21 May 2022, 11:12 WIB

Beri Insentif untuk Akselerasi Pemberdayaan Energi Baru dan Terbarukan


Mediaindonesia.com |

INDONESIA bertekad mendukung inisiatif untuk memerangi perubahan iklim global dengan mencapai target emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat. Indonesia kaya energi baru dan terbarukan (EBT) seperti energi surya, pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan angin, yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan target net zero emisi. 

"Namun kendala terbesar yang sering dihadapi yaitu pendanaan dan teknologi. Kerja sama dan kemitraan antarpublik dan swasta dapat menjadi kunci dalam menghadapi kedua tantangan. Pemberian insentif seperti pajak dan tarif juga penting untuk mengakselerasi pemberdayaan EBT di Indonesia dengan membuat EBT kompetitif dibandingkan dengan energi fosil dan membentuk pasar yang menarik bagi investor," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) M Arsjad Rasjid PM dalam seminar nasional secara hibrida bertema Energy, Sustainability, & Climate (ESC) Task Force: Transisi ke Energi Bersih untuk Mobilitas Menuju Net Zero Emission (NZE) pada Jumat (20/5) di Q Big, BSD City. 

Sinar Mas Land menggelar seminar itu untuk mendukung The Business 20 (B20) sebagai outreach group dari G20 yang mewakili komunitas bisnis internasional untuk berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang. Perubahan iklim menjadi salah satu isu dalam pembahasan di forum tersebut. Penanganan perubahan iklim pun menjadi lebih sering dibicarakan seperti transisi energi untuk menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Sebanyak lebih dari 150 peserta mengikuti seminar bergengsi itu yang terdiri dari pemerintah, badan usaha, masyarakat sipil, dan asosiasi di bidang energi turut meramaikan acara tersebut.

Baca juga: Kendaraan Listrik Otonom Pertama Hadir di Indonesia, Warga Dapat Coba Gratis

Pembicara lain, B20 Chair dan WKU Koordinator Kadin Indonesia Bidang Maritim, Investasi, dan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menekankan transisi energi bukanlah proses yang sederhana dan singkat, tetapi harus dilakukan secara berkeadilan dan teratur. Dalam hal ini, G20 perlu bertindak sebagai penggerak yang memberikan dukungan penuh terhadap proses transisi tersebut dengan mempercepat transisi penggunaan energi dari energi fosil ke energi terbarukan, memastikan transisi yang berkeadilan dan terjangkau bagi negara berkembang, dan meningkatkan ketahanan energi. Dukungan untuk peningkatan akses, keterjangkauan, dan penggunaan teknologi energi terbarukan bukan hanya diperlukan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh rumah tangga dan UMKM.

Deputy Chair Energy Sustainability and Climate (ESC) Task Force B20 Agung Wicaksono menyebutkan elektrifikasi, pembangkitan berbasis energi terbarukan, dan efisiensi energi merupakan pilar utama transisi energi. Investasi dalam teknologi dan sektor terkait transisi energi pun semakin meningkat. Salah satu pilar teknologi yang diyakini berperan besar dalam transisi energi yakni kendaraan listrik sebagai transportasi rendah emisi. Hal ini juga sejalan dengan inisiatif Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. 

"Itu pun sejalan dengan salah satu prioritas rekomendasi kebijakan yang diformulasikan oleh ESC Task Force yakni percepatan transisi energi berkelanjutan dengan menurunkan intensitas karbon melalui berbagai inisiatif. Oleh karena itu, Forum Diskusi Nasional ini penting untuk berbagi wawasan tentang langkah-langkah prioritas dalam rangka mempercepat transisi ke penggunaan energi yang bersih dan berkelanjutan serta mendorong kemitraan global dengan sektor publik dan swasta untuk mempercepat penyebaran kendaraan listrik dan ekosistemnya di Indonesia," papar Agung.

Menyambut seminar itu, Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja merasa bangga dan terhormat menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. Isu yang dibahas dalam forum B20 selaras dengan visi Sinar Mas Land dalam membangun kehidupan yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. "Kami juga berupaya menghadirkan lingkungan hidup yang sustainable dan menjadi pionir cityscape berkelanjutan dari hulu ke hilir mulai dari taman-taman kota, streetscape, hingga gedung-gedung perkantoran, produk residensial dan komersial untuk menghadirkan lingkungan nyaman."

Baca juga: Pejabat Amerika Serikat Bahas Investasi Lebih Dalam dengan Taiwan

Sinar Mas Land juga mentransformasi salah satu proyek township-nya yakni BSD City menjadi ekosistem smart digital cities dengan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk menuju lingkungan yang lebih baik. Seminar nasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari pimpinan institusi dan perusahaan terkemuka antara lain Arifin Tasrif (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) yang diwakili oleh Harris (Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM), Luh Nyoman Puspa Dewi (Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM), Yasuyuki Fukuta (Smart Mobility Business Director Macnica Inc.), Dannif Danusaputro (Direktur Utama Pertamina Power Indonesia), Arina Anisie (Analyst on Renewable Energy Innovation for Developing Countries International Renewable Energy Agency, Innovation and Technology Center), Soedjono Respati (Ketua Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indonesia), Dionpius Jefferson (Chief Commercial Officer PT Surya Utama Nuansa/SUN Energy), Ignesjz Kemalawarta (Advisor President Office Sinar Mas Land), Dr. Zainal Arifin (Executive Vice President of Engineering and Technology PT PLN), Satya W Yudha (Ketua Komite Tetap Kebijakan dan Regulasi, Kadin Indonesia bidang ESDM). 

Pada akhirnya diharapkan semua pelaku produsen dan pengguna energi didukung oleh pemerintah melakukan akselerasi menuju penggunaan energi terbarukan dengan tetap memperhatikan aspek daya beli, teknologi, pembiayaan, dan penyerapannya menuju NZE 2050. Sejumlah rekomendasi dari seminar ini akan menjadi pertimbangan dalam formulasi rekomendasi kebijakan dalam B20 untuk disampaikan pada forum G20 yang berlangsung di Bali pada November 2022 mendatang. Kegiatan seminar nasional ini bersamaan dengan peresmian uji coba kendaraan listrik tanpa awak pertama di Indonesia. Kehadiran inovasi ini merupakan salah satu langkah konkret Sinar Mas Land dalam mewujudkan kota cerdas (smart city) yang berkelanjutan di BSD City. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT