21 May 2022, 10:15 WIB

Garuda Mendapat Perpanjangan PKPU Terakhir hingga 20 Juni


Insi Nantika Jelita |

MASKAPAI Garuda Indonesia merespons positif putusan perpanjangan terakhir tahapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) hingga 20 Juni 2022, yang secara resmi telah ditetapkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta pada Jumat (20/5).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan, perpanjangan proses PKPU ini menjadi sinyal positif atas langkah percepatan restrukturisasi Garuda Indonesia.

"Perpanjangan terakhir ini akan memberikan jangka waktu yang lebih terukur, sehingga negosiasi rencana perdamaian yang tengah diintensifkan bersama kreditur segera difinalisasi," ucapnya dalam siaran pers yang diterima Sabtu (21/5).

Tahap lanjutan dari proses PKPU Garuda ini adalah penentuan Daftar Piutang Tetap (DPT) yang nantinya akan menjadi basis untuk agenda voting PKPU.

Irfan mengklaim proses komunikasi yang selama ini berlangsung antara Garuda dan krediturnya mendapat kepercayaan dari majelis hakim, sehingga mendapat perpanjangan terakhir tahapan KPPU.

“Kami berharap seluruh tahapan PKPU akan segera mencapai titik temu kesepakatan perdamaian," sebutnya.

Per Januari 2022, sebanyak 475 kreditur telah mengajukan tagihan. Adapun total tagihan yang dimasukkan sangat besar dengan mencapai Rp198 triliun.

Selama proses PKPU berlangsung dan di tengah tantangan industri penerbangan global, Garuda juga memastikan operasi penerbangan angkutan penumpang dan kargo tetap berjalan optimal.

Kinerja operasional Garuda dari April menunjukkan pertumbuhan angkutan penumpang yang signifikan yakni sebesar 74% dibanding Februari tahun ini.

"Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai relaksasi kebijakan mobilitas masyarakat, kembali diperbolehkannya aktivitas mudik," pungkas Irfan. (OL-13)

Baca Juga: Waskita Karya Garap Revitalisasi Halte Bus Transjakarta Senilai Rp148 Miliar

BERITA TERKAIT