19 May 2022, 23:12 WIB

Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Presiden: Kita Tetap Awasi secara Ketat


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo memutuskan untuk membuka kembali ekspor minyak goreng pada Senin (23/5) pekan depan.

Keputusan tersebut diambil setelah melihat adanya pasokan di dalam negeri yang terus bertambah sehingga membuat harga di tingkat konsumen turun.

"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta tenaga keja di industri sawit, baik petani, pekerja dan tenaga pendukung lainnya, saya putuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/5).

Meskipun larangan penjualan ke luar negeri telah dicabut, Jokowi memastikan bahwa pemerintah akan terus mengawasi dan memantau secara ketat dinamika yang terjadi di lapangan.

"Pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau agar pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau," tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada para petani kelapa sawit atas pengertian mereka terhadap kebijakan pemerintah selama ini.

Ke depan, sebagai dukungan kepada seluruh pelaku usaha, presiden memastikan bahwa pemerintah akan melakukan pembenahan prosedur dan regulasi di tubuh BPDPKS sebagai salah satu lembaga yang memegang peran penting dalam kegiatan ekspor minyak sawit dan turunannya, termasuk minyak goreng.

"Kita pastikan prosedur akan terus disederhanakan, dipermudah, lebih adaptif dan solutif dalam menghadapi dinamika pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri. Dengan begitu, masyarakat dapat terlindungi dan kebutuhan mereka bisa terpenuhi," pungkas mantan Wali Kota Solo itu. (OL-8)

BERITA TERKAIT