18 May 2022, 15:52 WIB

Di Tengah Disrupsi Global, Kinerja Manufaktur RI Justru Melonjak 29%


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, di tengah gejolak ekonomi global akibat konflik Rusia-Ukraina yang memanjang, kinerja sektor manufaktur Indonesia justru ekspansif. 

Selama empat bulan pertama tahun 2022, pengapalan produk sektor manufaktur Indonesia menembus hingga US$69,59 miliar atau naik 29,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Inflasi Inggris Melonjak ke Puncak dalam 40 Tahun

“Hal ini menunjukkan bahwa upaya dan kebijakan dalam pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan oleh pemerintah berjalan dengan baik di tengah tantangan ekonomi global," ucapnya dalam siaran pers, Rabu (18/5).

Menperin menegaskan, pihaknya konsisten melaksanakan program hilirisasi industri yang bertujuan meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, di tengah harga komoditas yang kian menanjak. 

“Tingginya dominasi sektor industri manufaktur pada capaian nilai ekspor nasional juga menstimulasi nilai surplus terhadap neraca perdagangan kita saat ini,” jelasnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada April 2022, yakni sebesar US$7,56 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, surplus neraca perdagangan pada April naik 66,9%.

Politikus Golkar itu menyebut, surplus neraca perdagangan itu diperoleh dari nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan nilai impor pada periode tersebut. 

BPS juga mencatat, nilai ekspor pada April 2022 sebesar US$27,32 miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$19,76 miliar. 

Sementara itu, surplus April 2022 merupakan rekor tertinggi yang berhasil melampaui dari Oktober 2021 dengan nilai sebesar US$5,74 miliar. Bahkan, nilai ekspor bulan keempat itu juga menjadi capaian tertinggi yang sebelumnya tercipta pada Maret 2022 sebesar US$26,5 miliar.

Pada April 2022, ekspor industri pengolahan sendiri mencapai US$19,08 miliar atau naik 27,92% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

"Tren positif kenaikan ekspor dari sektor industri ini akan kami jaga sebaik mungkin ditengah disrupsi rantai supply global karena konflik di Ukraina-Russia. Target kami, kinerja ekspor 2022 bisa melampaui 2021” harap Agus.

Menperin menyampaikan, guna terus memacu kinerja ekspor nasional, pemerintah proaktif melakukan berbagai program promosi di kancah internasional serta peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral. Momentum ini akan dimanfaatkan melalui kegiatan-kegiatan pada ajang Presidensi G20 Indonesia.

“Maka itu, forum G-20 akan dioptimalkan untuk menggali berbagai potensi kerja sama dengan berbagai negara, termasuk di sektor industri,” pungkas Agus. (OL-6)

BERITA TERKAIT