18 May 2022, 09:16 WIB

PDB Kuartal Pertama Jepang Susut karena Wabah Omikron


Mediaindonesia.com |

EKONOMI Jepang sedikit menyusut pada kuartal pertama 2022. Ini terkena pembatasan covid-19 dan harga barang yang lebih tinggi.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut 0,2% kuartal ke kuartal pada periode Januari-Maret. Angkanya sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar kontraksi 0,4%.

Hal itu mengikuti rebound moderat dalam tiga bulan terakhir 2021 yang terbukti berumur pendek setelah Jepang memberlakukan pembatasan covid-19 ketika wabah omikron terjadi pada Januari. Pertumbuhan juga terpukul oleh kenaikan biaya impor dengan melonjaknya harga energi dan yen jatuh ke level terendah terhadap dolar dalam 20 tahun.

Para ekonom memperkirakan ekonomi akan pulih lagi pada kuartal April-Juni sekarang setelah pembatasan virus dicabut, meskipun tetap ada beberapa peringatan. "Kami melihat tiga hambatan untuk pemulihan yang diharapkan ini," kata ekonom UBS Masamichi Adachi dan Go Kurihara dalam sebuah catatan menjelang rilis data PDB.

"Pertama ialah kenaikan harga pangan dan energi. Kedua, hambatan dari penguncian di Tiongkok," dan ketiga ialah risiko potensi kebangkitan infeksi virus, kata mereka. 

Baca juga: Amerika Serikat Desak India Batalkan Larangan Ekspor Gandum

Yang lain menunjukkan ketidakpastian yang sedang berlangsung terkait dengan ketegangan dalam hubungan internasional dan konflik militer, menurut survei di antara para ekonom yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi Jepang. Selama musim pendapatan saat ini, perusahaan-perusahaan besar Jepang seperti Sony dan Nissan telah menawarkan perkiraan yang hati-hati karena ketidakpastian, terutama atas gangguan rantai pasokan dan efek penguncian covid-19 di Tiongkok.

Data Rabu menunjukkan rebound ekonomi pada kuartal terakhir 2021 sebesar 0,9%. Ini sedikit lebih lemah dari perkiraan awal pertumbuhan 1,1%. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT