17 May 2022, 22:16 WIB

Putin Sebut Sanksi Minyak Eropa sebagai Bunuh Diri Ekonomi


Mediaindonesia.com |

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin pada Selasa (17/5) mengatakan sektor minyak sedang mengalami 'pergeseran tektonik'. Ia mengeklaim Eropa akan melakukan bunuh diri ekonomi dengan sanksinya terhadap Moskow atas invasinya di Ukraina.

Dengan berusaha menghentikan pasokan energi Rusia, Eropa hanya akan merugikan dirinya sendiri. Dia mengatakan pada pertemuan energi bahwa Eropa akan melihat harga energi yang lebih mahal dan inflasi yang lebih tinggi sebagai akibat dari tindakannya.

"Tentu saja, bunuh diri ekonomi seperti itu merupakan urusan domestik negara-negara Eropa," kata Putin. Setelah Kremlin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, Barat telah memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi terhadap Rusia.

Negara-negara Barat telah menunjukkan koordinasi yang erat dalam pengumuman hukuman mereka, tetapi belum bergerak dengan kecepatan yang sama dalam hal minyak dan gas Rusia. Putin berharap untuk mengalihkan pasokan ke negara-negara sahabat ketika negara-negara Eropa mencari cara untuk melepaskan diri dari energi Rusia.

Putin mengatakan tindakan galau Eropa tidak hanya merusak ekonominya sendiri, tetapi juga menyebabkan peningkatan pendapatan dari minyak dan gas untuk Rusia. "Perubahan di pasar minyak bersifat tektonik dan melakukan bisnis seperti biasa, menurut model lama, tampaknya tidak mungkin," katanya.

Baca juga: Putin: Swedia, Finlandia Masuk NATO bukan Ancaman tapi Picu Respons

"Dalam kondisi baru, penting tidak hanya untuk mengekstrak minyak, tetapi juga untuk membangun seluruh rantai vertikal yang mengarah ke konsumen akhir," tambahnya. Putin mengatakan pemerintah akan membantu perusahaan mengubah model bisnis mereka.

Kepala Kremlin mengatakan negara akan membantu meningkatkan logistik serta pemprosesan mendalam hidrokarbon dan memastikan pembayaran dalam mata uang nasional. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT