17 May 2022, 14:56 WIB

April, Aset Universal BPR Tembus Rp1 Triliun


Mediaindonesia.com |

PER 30 April 2022, total aset Universal BPR (Bank Perkreditan Rakyat) melampaui angka Rp1 triliun. Kunci keberhasilan dari pencapaian ini antara lain didukung peran dari berbagai pihak di antaranya kepercayaan masyarakat serta kerja keras tim dalam mendorong pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK). 

Sebagai informasi, pertumbuhan aset ini didukung oleh penyaluran pinjaman pada April 2022 yang mencapai terobosan angka tertinggi di Rp77,3 miliar serta penempatan DPK yang mencapai tonggak baru di angka tertinggi Rp81,6 miliar. Dengan pertumbuhan aset sebesar 88% YoY per akhir April, Universal BPR kini menduduki peringkat kedua se-Jabodetabek berdasarkan total aset. 

"Kami optimistis akan melanjutkan momentum pertumbuhan kinerja Universal BPR dengan melihat potensi bagi UMKM yang mulai pulih dan masih sangat besar," ujar Direktur Utama Universal BPR, Susatyo Anto Budiyono, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/5). Untuk 2022, Universal BPR memiliki target pencapaian aset Rp2 Triliun. 

Menurut Susatyo, ada lima fokus utama yang tengah dilakukan untuk mencapai target tersebut antara lain meningkatkan kualitas manajemen penagihan yang efektif dan kualitas aset yang produktif, meningkatkan kualitas operasional dan efisiensi BOPO, meningkatkan employee engagement, meningkatkan pertumbuhan bisnis yang sehat, serta meningkatkan percepatan proses yang efektif dan mudah melalui digital banking. Saat ini Universal BPR juga tengah mempersiapkan mobile banking yang akan memberi kemudahan transaksi, cek rekening, maupun transaksi antarbank. Layanan ini juga telah masuk dalam tahap akhir proses perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Baca juga: Miliarder Gautam Adani Akuisisi Perusahaan Semen Holcim India

Per April 2022, Universal BPR memiliki kinerja yang sehat dengan rating sesuai kriteria Tingkat Kesehatan (TKS) OJK yaitu Camel = 96 (sehat min ≥ 81 Sehat). Adapun beberapa rasio yang bisa digarisbawahi antara lain CAR 17,3%  (min ≥ 12% Sehat) dan NPL 2,5% (Sehat maks ≤  5%).

Universal BPR merupakan lembaga keuangan yang didirikan sejak 2003 oleh Kaman Siboro dan Stephen Satyahadi. BPR ini berperan menghimpun DPK dalam bentuk deposito maupun tabungan yang kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman. Universal BPR terdaftar dan diawasi oleh OJK dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). (OL-14)

BERITA TERKAIT