15 May 2022, 11:09 WIB

Menkop UKM Teten Sanjung Program Training dan Financing UMKM BNI


mediaindonesia.com | Ekonomi


KEMENTERIAN Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menilai program-program BNI dalam pendampingan dan peningkatan kapasitas dan kapabilitas dengan pembiayaan sangat membantu akselerasi kinerja pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kelebihannya, di masa pemulihan ekonomi tahun ini banyak peluang bisnis yang harusnya dapat dijawab dengan cepat.

Menkop dan UKM Teten Masduki mengapresiasi upaya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang berperan aktif dalam mendorong UMKM lewat kolaborasi program pelatihan dan pembiayaan

Dia berharap program proaktif dan inovatif BNI ini perlu ditiru oleh bank lain khususnya penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar UMKM bisa lebih mudah berkembang lebih berkelanjutan sebagai tulang punggung ekonomi.

"Program BNI yang mendukung UMKM lewat pemberian pembiayaan dan pelatihan berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh para UMKM kita. Program ini perlu ditiru oleh bank-bank penyalur KUR untuk UMKM," sebutnya.

Saat ini, pemerintah saat ini terus menghadirkan ekosistem usaha untuk mendorong UMKM naik kelas. Salah satunya akses pembiayaan. 

Kredit yang ditargetkan secara bertahap ditingkat menjadi 30% di tahun 2024, dari saat ini yang baru 20%. Tapi Masih banyak yang belum bankable

"Karena itu, akses ke pembiayaan bagi UMKM diperlukan pendampingan yang terus menerus agar mereka bisa mengembangkan model bisnisnya sehingga bisa memanfaatkan akses pembiayaan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya," terangnya. 

Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menyampaikan di tengah wabah pandemi, BNI berhasil fokus membantu UMKM dan mengukir prestasi. 

Sepanjang I-2021, portofolio kredit UMKM BNI tumbuh positif sebesar Rp115,3 triliun yang menyentuh 400.000 lebih pelaku UMKM. Adapun pertumbuhan berkat lewat pulihnya ekonomi Indonesia atau pasca pandemi. 

Hal ini semakin menunjukkan bahwa BNI fokus terhadap pembiayaan UMKM di tengah masa pandemi Covid-19, ke depan BNI akan mendukung pelaku UMKM untuk lebih produktif melalui pendampingan kepada UMKM serta support pembiayaan yang berkelanjutan. 

Sementara, untuk proporsi kredit UMKM BNI per Oktober 2021 didominasi oleh segmen kredit kecil yaitu sebesar 63,7% atau Rp73,7 triliun, ini diikuti oleh segmen menengah sebesar 35,6% atau sebesar Rp41,2 triliun dan Kredit Mikro sebesar 0,8% atau Rp0,9 triliun. Dia menyampaikan, BNI percaya betul pada kapasitas pemain UMKM Tanah Air yang saat ini kian berkembang. 

“Kita juga menyediakan Pelatihan & Pembiayaan Xpora untuk mendukung UMKM agar semakin akrab dengan ekspor terutama perdagangan internasional yang semakin berkembang sehingga menjadikan BNI percaya diri,” katanya.  

Iqbal memaparkan bahwa Kredit UMKM BNI berhasil memanfaatkan sebesar 10,3% dari total Kredit UMKM Nasional per Oktober 2021 terkait dengan pangsa pasar. Ini menjadikan UMKM isu-isu penting lainnya yang juga wajib diberi perhatian di Presidensi G20. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT