13 May 2022, 21:08 WIB

Aruna Indonesia dan KKP Bahas Blue Economy Demi Ekosistem Kelautan


mediaindonesia.com | Ekonomi

ARUNA sebagai perusahaan perikanan terintegrasi asal Indonesia yang berkomitmen untuk meringkas rantai pasok produk perikanan dengan menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi,

 Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Aruna, Farid Naufal Aslam, berdialog secara langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Jumat (13/5).

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Jabar Harmoni Podcast episode ke 2 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB Jawa Barat dengan mengusung tema “Mas Treng, Jalesveva Jayamahe?

Dialog ini mengulas tentang konsep Blue Economy (Ekonomi Biru), Wisata Bahari serta Kedaulatan Maritim Indonesia.

Blue Economy sendiri tengah menjadi fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini yang menekankan pada keseimbangan dua aspek pada ekosistem kelautan yaitu ekologi dan ekonomi.

Baca juga: Menteri KKP Lirik Norwegia untuk Kerja Sama Teknologi Perikanan

Keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan Indonesia tidak hanya dilihat dari potensi kelautan sebagai sumber komoditas ekonomi saja namun juga menekankan pada menjaga kelestarian lingkungan hidup di ekosistem bahari.

“Ekonomi biru mampu membuka peluang investasi dan lapangan kerja serta mendongkrak perekonomian nasional maka dari itu KKP memiliki 3 fokus program 2021-2024 yakni penangkapan terukur, budidaya yang berorientasi ekspor dan kampung bahari yang berbasis kearifan lokal,” ujar Menteri Sakti Wahyu Trenggono.

Pada kesempatan ini, Aruna menyampaikan komitmen untuk menjadikan laut sebagai mata pencaharian yang lebih baik bagi semua orang khususnya nelayan dan masyarakat pesisir.

Dengan teknologi yang Aruna kembangkan, Aruna yakin dengan adanya teknologi dapat membantu proses bisnis menjadi lebih efisien dan meringkas mata rantai proses rantai pasokan sambil mencatat transaksi harian dalam hal pengoptimalan data serta implementasi artificial intelligence (AI) di masa depan untuk penangkapan ikan berkelanjutan. 

Farid Naufal Aslam, menyampaikan,“Kami melihat potensi maritim Indonesia sangat besar, Indonesia sebagai negara terbesar ke-2 sebagai penghasil ikan di dunia, potensi seperti ini tentunya harus dipertahankan."

"Aruna hadir dan berkomitmen untuk membantu para nelayan serta masyarakat pesisir untuk hidup lebih sejahtera," jelasnya.

"Aruna juga memiliki harapan 5 hingga 10 tahun kedepan menjadi perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan serta dapat mengejar pertumbuhan lebih dari lima kali dengan hanya memenuhi pesanan dari pelanggan yang ada,” kata Farid.

Selain itu, Aruna sependapat dengan KKP bahwa Indonesia kaya akan sumber daya hasil lautnya di mana ⅔ dari wilayah Indonesia adalah laut sehingga Aruna melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pesisir khususnya nelayan Indonesia.

Aruna juga sangat mengedepankan proses bisnis yang berkelanjutan dengan terus mengedukasi nelayan untuk melindungi ekosistem pesisir berupa penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan serta mencegah penangkapan ikan yang berlebihan. (RO/OL-09) 

BERITA TERKAIT