13 May 2022, 15:30 WIB

Kuartal I 2022, Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp392,8 Miliar


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuka kuartal I 2022 dengan kinerja positif. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp392,8 miliar.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan angka tersebut naik 142,7%, jika dibandingkan kuartal I 2021 dengan Rp231,0 miliar.

"Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,2 triliun atau tumbuh 16%," ungkap Heru dalam siaran pers, Jumat (13/5).

Pendapatan usaha itu merupakan kontribusi dari kinerja pendapatan tol sebesar Rp2,9 triliun, atau naik 15,7%. Lalu, kinerja pendapatan usaha lain sebesar Rp257,8 Miliar, atau melonjak 9,6% dari periode sama di tahun sebelumnya.

Baca juga: Presiden Beberkan Kunci Utama Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Tidak hanya itu, pada kuartal ini Jasa Marga mencatat pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar 12,7% atau Rp2,2 triliun, di mana EBITDA margin mencapai 68,1%.

"Beroperasinya ruas jalan tol baru dan adanya peningkatan mobilisasi masyarakat menjadi katalis positif terhadap kenaikan volume lalu lintas perseroan," imbuh Heru.

Hingga kuartal I 2022, penambahan jalan tol operasi, seperti Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Danowudu-Bitung sepanjang 13,42 kilometer (km). Pengoperasian dari seksi akhir Jalan Tol Manado-Bitung ini melengkapi ruas yang lebih dulu dioperasikan pada September 2020, yakni Ruas Manado-Danowudu sepanjang 26,35 km.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Ruas Tol MBZ

Lalu, pada Januari 2022, konsorsium Jasa Marga melalui PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC) yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Konsorsium BUMN-Swasta pemenang lelang pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) jalan tol tersebut.

Dengan total panjang 206,65 km, menjadikan ruas ini sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia. Adapun nilai investasi mencapai Rp56 triliun, dengan masa konsesi selama 40 tahun.

"Dengan bertambahnya panjang jalan tol operasi, perseroan memegang posisi market leader di industri jalan tol. Total panjang mencapai 1.260 km yang merupakan 51% jalan tol beroperasi dia seluruh Indonesia," pungkasnya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT