12 May 2022, 19:27 WIB

SUN Sepi Peminat, Menkeu: RI belum Perlu Sumber Pendanaan Baru


Emir Chairullah | Ekonomi

PEMERINTAH mengakui bahwa saat ini investor belum tertarik dalam membeli surat berharga negara (SBN) atau surat utang negara (SUN) yang ditawarkan. 

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Investor masih menunggu dampak inflasi dunia dan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), yang membuat kondisi perekonomian bergejolak.

Baca juga: Sri Mulyani: Kerja Sama Antarnegara Penting Saat Hadapi Risiko Global

“Kenaikan suku The Fed yang reaksinya masih sangat bergejolak. Investor masih melihat risiko dari inflasi dunia dan kenaikan suku bunga di AS dan Eropa,” ujar Ani, sapaan akrabnya, di Istana Wapres, Kamis (12/5).

Menurutnya, berbagai gejolak perekonomian dunia menyebabkan situasi saat ini dalam masa transisi. “Ini terjadi sampai adanya suatu ekspektasi dan suku bunga yang relatif stabil,” jelas Bendahara Negara.

Baca juga: IEA Prediksi Energi Terbarukan Cetak Rekor Baru pada 2022

Namun, Ani menilai kurang lakunya SUN belum berdampak pada cash flow Indonesia. Menurutnya, saat ini kondisi keuangan nasional dalam kondisi baik, karena penerimaan negara dari sektor komoditas meningkat.

“Selain itu belanja kita saat ini belum terakselerasi,” imbuhnya.

Ketika disinggung apakah pemerintah membutuhkan sumber pendanaan baru untuk menjaga perekonomian nasional, dia menyatakan, “Belum (perlu). Kita sudah memetakan berbagai risik."(OL-11)

BERITA TERKAIT