11 May 2022, 21:18 WIB

IEA Prediksi Energi Terbarukan Cetak Rekor Baru pada 2022


Mediaindonesia.com | Ekonomi


DUNIA akan membuat rekor baru untuk kapasitas energi terbarukan pada tahun ini yang dipimpin oleh energi surya di Tiongkok dan Eropa. Namun pertumbuhan bisa kehilangan tenaga pada 2023. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mengatakan itu, Rabu (11/5).

Menurut IEA dalam laporannya, rekor sebesar 295 gigawatt kapasitas listrik baru terbarukan ditambahkan pada 2021 meskipun ada hambatan rantai pasokan, penundaan konstruksi, dan harga bahan baku yang tinggi. Tambahan 320 gigawatt diharapkan akan dipasang tahun ini yang setara dengan seluruh permintaan listrik Jerman atau total pembangkit listrik Uni Eropa dari gas alam.

Energi surya akan menyumbang 60% dari pertumbuhan energi terbarukan pada 2022, di depan angin dan tenaga air, menurut badan tersebut, yang memberi nasihat kepada negara-negara maju tentang kebijakan energi. "Kapasitas energi terbarukan tambahan yang ditugaskan untuk 2022 dan 2023 berpotensi secara signifikan mengurangi ketergantungan Uni Eropa pada gas Rusia di sektor listrik," kata IEA.

"Namun, kontribusi sebenarnya akan tergantung pada keberhasilan langkah-langkah efisiensi energi paralel untuk menjaga permintaan energi di kawasan itu tetap terkendali." Uni Eropa menetapkan tujuan mengurangi ketergantungan beratnya pada gas alam Rusia hingga dua pertiga tahun ini setelah invasi Moskow ke Ukraina.

"Perkembangan pasar energi dalam beberapa bulan terakhir--terutama di Eropa--membuktikan sekali lagi peran penting energi terbarukan dalam meningkatkan ketahanan energi, selain efektivitasnya yang mapan dalam mengurangi emisi," kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol dalam suatu pernyataan. Dia mendesak pemerintah untuk memotong birokrasi, mempercepat pengiriman izin dan memberikan insentif yang tepat untuk penyebaran energi terbarukan yang lebih cepat.

Baca juga: Harga Bensin Turun, Inflasi Tahunan AS Melambat di April

IEA memperingatkan bahwa berdasarkan kebijakan saat ini, "Pertumbuhan global energi terbarukan akan kehilangan momentum tahun depan. Dengan tidak ada kebijakan yang lebih kuat, jumlah kapasitas daya terbarukan yang ditambahkan di seluruh dunia diperkirakan akan tidak berubah banyak pada 2023," kata IEA.

IEA yang berbasis di Paris mengatakan kemajuan dalam energi surya diimbangi oleh penurunan 40% dalam ekspansi tenaga air dan sedikit penambahan tenaga angin. Pemerintah Norwegia mengumumkan pada Rabu rencana untuk memasang 1.500 turbin angin lepas pantai dengan kapasitas 30.000 megawatt pada 2040 melampaui dua negara kaya minyak.

"Ini hampir setara dengan listrik yang kita hasilkan hari ini," kata Perdana Menteri Jonas Gahr Store. Hampir semua listrik negara itu berasal dari tenaga air. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT