11 May 2022, 17:36 WIB

Kementan Pantau Stok Umbi Bawang Merah untuk Konsumsi dan Benih Pasca Idul Fitri di Brebes


mediaindonesia.com | Ekonomi

BAWANG merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Komoditas ini selalu menjadi perhatian serius khususnya saat peringatan hari besar keagamaan maupun libur nasional. Tak selamat selamat Ramadhan dan Idul Fitri 1433 H tahun 2022 yang baru saja berlalu.

Atas kerja sama semua pihak mulai dari petani, pengumpul, pedagang, distribusi perusahaan, dinas dan berbagai pihak lainnya, ketercukupan pasokan dan harga bawang merah cukup terjaga. "Stabilitas pasokan dan harga bawang merah pada masa Ramadhan dan Idul Fitri lalu patut kita syukuri," ungkap Dr. Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura.

Namun demikian dalam beberapa bulan ke depan kita juga akan menghadirkan peringatan hari besar keagamaan lainnya yang tentunya membutuhkan pasokan bawang merah yang memadai. Untuk itu manajemen penyediaan produksi perlu diintensifkan kembali," imbuh Dirjen Hortikultura tersebut.

Dalam rangka monitoring kesiapan produksi bawang merah ke depan, pada 10 Mei 2022 dilakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes. Penjelasan dari para pemangku kepentingan dan melihat langsung di beberapa gudang bawang merah di Brebes, Dirjen Hortikultura, Dr. Prihasto Setyanto menambahkan bahwa ketersediaan produk bawang merah diperkirakan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1433 H yang jatuh pada Juli 2022 mendatang. 

Di sela-sela kunjungannya, Dirjen Hortikultura juga menyatukan kesiapan benih untuk kebutuhan tanam pada periode tanam beberapa bulan ke depan. "Kita akan pantau ketersediaan benih bawang merah. Saat ini tersedia benih bermutu bawang merah sebanyak 500 ton. Di beberapa penangkar benih di Brebes, terutama varietas Bima Brebes dan Batu Ijo," ungkap Dirjen Hortikultura.

Dirjen Hortikultura juga mengungkapkan bahwa pemantauan keberadaan benih bawang merah ini dilakukan secara kontinu untuk memastikan benih selalu tersedia di tengah masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Dr. inti Pertiwi, Direktur Perbenihan Hortikultura juga menambahkan bahwa jangan sampai terjadi kelangkaan benih yang nantinya berimbas pada harga umbi konsumsi yang mahal. "Perencanaan yang matang untuk mengembangkan kebutuhan benih bawang merah, diharapkan dapat menanggulangi hal tersebut," ungkap Inti. Sehingga untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, ABMI mengusulkan untuk melakukan importasi secara terbatas guna menjaga harga benih dalam batas kewajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) juga mengungkapkan terkaitnya terkait kesiapan benih pada bulan mendatang. "Dikawatirkan pada kurun waktu bulan Juni mendatang Juli mendatang untuk benih. Diperkirakan pada waktu itu, harga benih bawang merah bisa menembus 40.000-50.000 per kg," ungkap Ikhwan, Sekretaris Jenderal ABMI.



Dalam kesempatan lebih lanjut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Brebes menambahkan bahwa saat ini penanaman bawang merah di Kabupaten Brebes seluas 21.000 Ha. "Diperkirakan akan mulai panen pada akhir bulan Juni/awal Juli hingga Agustus 2022. Kondisi ini digambarkan bahwa stok konsumsi bawang merah sebelum Hari Raya Idul Adha 1433 H mendatang mencukupi," ujar Ir. Yulia Hendrawati, M.Si, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Brebes, saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja tersebut.

Adapun untuk memperluas sentra produksi dan kontinuitas pasokan bawang merah dari Brebes ini, maka pada 2023 Kementrian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura akan mencanangkan Brebes sebagai wilayah Penyangga Bawang Merah utama nasional. "Untuk itu secara khusus akan dialokasikan lokasi pengembangan bawang merah seluas 400 Ha," papar Dirjen Hortikultura.

Hal lain yang juga akan dipersiapkan adalah dukungan gudang simpan bawang merah dengan kapasitas 8.000 ton, dengan komposisi 4.000 ton untuk bawang merah untuk buffer stok pada Ramadhan dan Idul Fitri 1434 H tahun 2023 di mana anggarannya akan disiapkan oleh pemerintah. (OL-10)

BERITA TERKAIT