09 May 2022, 20:44 WIB

Waspadai Gejolak Ekonomi Dunia, Jokowi Adakan Rapat Mingguan dengan Menterinya


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan para menterinya untuk terus mewaspadai gejolak perekonomian dunia.

Instruksi tersebut ia sampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/5).

"Hati-hati dengan gejolak ekonomi global. Sampai saat ini perang di Ukraina masih belum berakhir dan kelihatannya menunjukkan tanda-tanda yang berkepanjangan sehingga perekonomian semakin tidak pasti," ujar Jokowi membuka sidang.

Sebagaimana diketahui, ketegangan antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung. Konflik tersebut telah memicu krisis energi dan pangan yang dirasakan secara global.

Kondisi tersebut, sambung Jokowi, diperparah dengan kebijakan Amerika Serikat yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin.

"Kebijakan moneter AS yang agresif dalam meredam inflasi akan memunculkan, menyebabkan resesi di banyak negara," tuturnya.

Baca juga : Ekonom: Pertumbuhan Triwulan I 2022 Dekati Pola Normal

Oleh sebab itu, ia meminta Menteri Keuangan dan seluruh kementerian/lembaga terkait mengelola ekonomi makro dan mikro secara detil. Hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat seperti pangan dan energi harus bisa dijaga baik dari segi harga dan pasokannya.

"Saya sudah minta kepada Sekretaris Kabinet untuk mengagendakan rapat setiap minggu, sama seperti kita melakukan rapat terbatas mengenai PPKM. Urusan pangan dan energi harus juga dilakukan mingguan karena betapa pentingnya pengelolaan dua hal ini," tegas mantan wali kota Solo itu.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menegaskan kembali tentang kewajiban percepatan realisasi belanja APBN, APBD dan BUMN. Pengadaan barang dan jasa harus dilakukan segera demi menjaga konsumsi dan daya beli.

"Saya minta para menteri yang berkaitan dengan ini agar memonitor belanja-belanja di setiap kementerian/lembaga dan juga di daerah serta BUMN," ucap mantan wali kota Solo itu.

Tidak hanya dari segi kecepatan, kualitas belanja juga harus diperhatikan. Presiden ingin anggaran yang dikeluarkan bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian rakyat.

"Saya sudah berulang kali menyampaikan beli produk dalam negeri sebanyak-banyaknya," tandas Jokowi. (OL-7)

BERITA TERKAIT