09 May 2022, 13:55 WIB

Minyak Goreng dan BBM Jadi Faktor Pengerek Utama Inflasi


M. Ilham Ramadhan Avisena |

HARGA minyak goreng menjadi faktor utama peningkatan inflasi pada April 2022. Secara bulanan (month to month/mtm) inflasi tercatat sebesar 0,95% naik dari bulan sebelumnya yang hanya 0,66%. Bahkan secara tahunan (year on year/yoy) tingkat inflasi mencapai 3,47% dari sebelumnya yang tercatat 2,64%.

"Penyumbang inflasi utama pada April ini berasal dari minyak goreng, bensin, daging ayam ras, angkutan udara, serta ikan segar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (9/6).

Secara bulanan, tingkat inflasi April 2022 menjadi yang tertinggi sejak Januari 2017 yakni 0,97%. Sedangkan secara tahunan, tingkat inflasi April kali ini menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2019 yaitu 3,49%.

Peningkatan inflasi pada April ini, kata Margo, terjadi di 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau oleh BPS. Peningkatan tertinggi dialami di Kota Tanjung Pandan dengan inflasi sebesar 2,58%. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Gunungsitoli yakni 0,22%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, komponen makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Tercatat inflasi kelompok ini mencapai 1,76% (mtm) dan 5,20% (yoy) dengan andil pada tingkat inflasi April 2022 sebesar 0,46%.

"Kalau kita lihat komoditasnya, yang memberi andil besar diantaranya adalah minyak goreng degan andil 0,19%, daging ayam ras dengan andil 0,09%, kemudian ikan segar andilnya sebesar 0,04%," terang Margo.

Baca juga: Kurs Rupiah Melemah Usai Libur Lebaran

Selain makanan, minuman, dan tembakau, kelompok pengeluaran transportasi juga mengalami inflasi yang tergolong tinggi, yakni 2,42% (mtm) dan 4,84% (yoy) dengan andil pada inflasi April 2022 sebesar 0,29%.

Peningkatan inflasi di kelompok pengeluaran transportasi disebabkan oleh naiknya harga bensin jenis pertamax. Kenaikan harga pertamax dari semula Rp9.000 per liter menjadi Rp12.500 per liter memberikan andil 0,16% pada tingkat inflasi kelompok pengeluaran transportasi.

Selain harga pertamax, tarif angkutan udara turut mengerek tingkat inflasi kelompok pengeluaran transportasi. "Tarif angkutan udara memberi andil sebesar 0,08% karena adanya kenaikan yang ditetapkan oleh Kemenhub sejalan dengan kenaikan harga bahan bakar avtur," jelas Margo.

Hal itu dikonfirmasi oleh tingkat inflasi berdasarkan komponennya. BPS mencatat inflasi tertinggi terjadi pada komponen harga bergejolak (volatile price) yakni 2,30% (mtm) dan 5,48% (yoy) dengan andil pada tingkat inflasi umum sebesar 0,39%.

"Komoditas yang mendorong peningkatan inflasi pada komponen harga bergejolak ialah minyak goreng, daging ayam ras, telur, dan telur ayam ras," jelas Margo.

Adapun komponen harga diatur pemerintah (administered price) mengalami inflasi 1,83% (mtm) dan 4,83% (yoy) dengan andil 0,32% pada inflasi umum. Sedangkan inflasi inti yang menggambarkan daya beli masyarakat tercatat 0,36% (mtm) dan 2,60% (yoy) dengan andil pada inflasi umum sebesar 0,24%. (OL-4)

BERITA TERKAIT