07 May 2022, 17:14 WIB

Kementan Terus bergerak, Lakukan Panen Kedelai di Sukoharjo, Jateng


mediaindonesia.com |

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus bergerak meskipun masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri tidak henti henti untuk terus mengontrol ketersediaan 12 pangan strategis tetap aman dan juga melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat guna memastikan kegiatan pertanian tetap berjalan agar produksi pertanian terus meningkat.

Setelah dari Blitar, pejabat Kementan melanjutkan kunjungan ke Desa Selat, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jum'at (6/5) untuk meninjau lokasi pertanaman kedelai.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi yang selalu dengan semangat memberi motivasi kepada petani mengatakan, pihaknya saat ini tengah menggenjot produksi dalam negeri, langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan stok kedelai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Di tahun ini Kementan sudah mempersiapkan lahan untuk meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri “ jelas Suwandi.

Baca juga: Kementan Siapkan Langkah Darurat Penanganan PMK di Jawa Timur

Adapun lahan pertanaman kedelai itu tersebar di berbagai wilayah di Indonesia di antaranya, Provinsi Sulawesi Selatan, DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Jambi dan Banten

Untuk diketahui luas lahan kacang kedelai di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, terdapat 204 hektare, hasil panen melimpah 2,2 ton per hektare. Varietas Grobogan biaya produksi nya hanya 3,8 juta / ha.

Lebih lanjut Suwandi mengharapkan untuk sebisa mungkin memakai cara cara bertani yang ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk organik, pupuk hayati, bio pestisida dan pestisida hayati sehingga lahan menjadi subur, lingkungan lestari dan produksi tinggi.

Salah satunya adalah pupuk yang dibuat dari rumput dan dedaunan yang segar dan sudah terbukti hasilnya pun sangat memuaskan.

Tinggi tanaman rata-rata 80cm dan bulir nya pun hingga mencapai ratusan.” Tambah Suwandi. Ini sudah banyak dikembangkan di daerah Blitar.

D itempat yang sama, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan (TP), Kementan, Yuris Tiyanto, mengatakan,"Saat ini Kementan telah berkomitmen dengan CV Java Agro Prima (JAP) selaku off taker pengembangan kedelai untuk membeli hasil panen kedelai yang ada di sini."

"Jadi petani kedelai tinggal menaman saja dan jangan khawatir untuk menjual hasil panennya karena kami sudah menjamin itu dengan harga di atas Rp 9.000," kata Yuris.

"Untuk petani yang membutuhkan modal sekarang sudah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga nya kecil bayarnya setelah panen. Caranya adalah CV. JAP sekaligus mengkoordinir itu untuk memudahkan para petani." ujarnya

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ditjen TP.

” Hari ini kita bisa menerima kedatangannya, ini menunjukan totalis kami di wilayah meski pun hari libur Lebaran, pak Camat, petani kedelai, Pak Danramil, Pak Kapolsek dan semua jajaran juga hadir di sini," jelasnya.

"Semoga kedatangan pak Dirjen membawa keberkahan untuk kami semua. Mohon masukan dan bimbingannya sehingga kecamatan Nguter yang kondisi nya seperti ini bisa di optimalkan untuk meningkat kan hasil produksi kacang kedelai di sini," ujar Bagas.

Sementara itu salah satu offtaker yang hadir Sunarso mengungkapkan,“Ini adalah kesempatan yang langka, di bulan seperti ini ada tanaman kacang kedelai yang bagus."

"Kita siap bekerja sama satu minggu lagi saya akan ke sini lagi untuk bisa berdiskusi bersama, untuk kepastian pasarnya, harganya dan ada bimbingannya," tuturnya.

"MoU-nya jelas dan kita akan menandatangani pada tanam berikutnya, sehingga para petani itu menanam sudah dalam ketenangan karena sudah ada yang bimbing dan sudah ada yang beli," terang Sunarso. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT