27 April 2022, 13:59 WIB

Kementerian PUPR Lakukan Berbagai Upaya Demi Kelancaran Arus Mudik


mediaindonesia.com |

SETELAH dua tahun diberlakukan larangan mudik selama pandemi, akhirnya pada Lebaran 2022 pemerintah menetapkan kebijakan memperbolehkan masyarakat melaksanakan mudik Lebaran.

Menjelang Idulfitri tahun ini, diperkirakan terdapat lonjakan pemudik, khususnya dalam simpul transportasi darat, laut, maupun udara, tak terkecuali di jalan tol.

Dalam mendukung kebijakan tersebut, Kementerian PUPR melalui berbagai langkah dan upaya berusaha meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dalam rangka arus mudik dan balik Lebaran tahun 2022 di jalan nasional (tol dan non-tol). 

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan dukungan prasarana jalan dan jembatan yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR merupakan salah satu faktor lancarnya perjalanan mudik.

"Kelancaran perjalanan mudik ini tergantung pada tiga hal, pertama adalah prasarana infrastruktur yang tersedia, kedua regulasi/manajemen lalu lintas, ketiga adalah perilaku pengguna prasarana atau pemudik," kata Menteri Basuki dalam  keterangan pers, Rabu (27/4). 

Kementerian PUPR telah bersiap mendukung sarana dan prasarana jelang mudik Lebaran tahun ini.  Antara lain, Jalan nasional terbentang sepanjang 47.017 km dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua dengan kondisi kemantapan 91,8%.

Baca juga: Proyek Tol Cigombong-Cibadak Pangkas Perjalanan Jakarta-Sukabumi Jadi 2 Jam

Sebaran jalan nasional meliputi: Pulau Sumatera sepanjang 7.918 km, Pulau Jawa & Bali sepanjang 5.348 km, Pulau Kalimantan sepanjang 6.556 km, Pulau Sulawesi sepanjang 8.785 km, dan Pulau Maluku-Papua sepanjang 18.410 km. 

Sedangkan untuk  jalan tol yang telah dioperasikan sepanjang 2.500 km dan dikelola oleh 46 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pada 66 ruas jalan tol. Jalan tol ini tersebar di Pulau Sumatera sepanjang 691 km, Pulau Jawa sepanjang 1.640,4 km, Pulau Bali sepanjang 10,1 km, Pulau Kalimantan sepanjang 97,3 km, dan Pulau Sulawesi sepanjang 61,5 km.

Jalur Mudik Lebaran Pulau Jawa

Jalur mudik lebaran di Pulau Jawa terdiri dari tiga jalur, yaitu Tol Trans Jawa, Jalur Lintas Pantai Utara atau yang dikenal dengan Jalur Pantura, dan Jalur Lintas Pantai Selatan yang biasa disebut sebagai Jalur Pansela.

Saat ini, jalan tol di Pulau Jawa (Trans Jawa, Jabodetabek dan Non-Trans Jawa) yang beroperasi sepanjang 1.640 km dan dilengkapi dengan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di 96 lokasi untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran di Pulau Jawa.

Pada tol Trans Jawa, Kementerian PUPR telah melakukan upaya antara lain, pelebaran Jalan Tol Jakarta - Cikampek jalur B sebagai antisipasi untuk ruas fungsional terbatas saat arus balik, khususnya kendaraan kecil dan pembangunan Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Selatan sepanjang 8,6 km sebagai antisipasi arus balik. 

Sedangkan pada Jalur Pantura, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Jembatan Kaligangsa, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Rabu, 13 April 2022. 

Kementerian PUPR telah pula menyiapkan Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela) Jawa sebagai jalur alternatif.

Total panjang Jalur Pansela di Jateng-DIY 332,91 km dan hingga September 2021 sudah terbangun 165,13 km di Jateng dan 92,81 km di DIY. 

Pengerjaan Jalur Pansela saat ini tersisa untuk di Jateng itu 47,4 km dan di DIY 27,57 km.

Meski masih ada sisa pekerjaan, Kementerian PUPR memastikan tidak akan menjadi kendala bagi pemudik karena sifatnya tidak buntu dan masih dapat dialihkan dan disambungkan dengan jalan nasional dan kabupaten.

Jalur Mudik Lebaran Pulau Sumatera

Jalur Tol Trans Sumatera akan menjadi salah satu jalur yang dipadati oleh pemudik tahun ini karena merupakan jalur darat utama yang menghubungkan kota-kota yang ada di Pulau Sumatera mulai dari Lampung, Palembang, hingga Aceh.

Saat ini jalan tol Trans Sumatera yang operasional sepanjang 691 kilometer,  didukung oleh Tempat Istirahat dan Pelayanan atau TIP di 25 lokasi dengan berbagai fasilitas.

Selain itu untuk mendukung arus mudik difungsikan pula dua ruas tambahan yaitu ruas Bengkulu-Lubuklinggau Seksi Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,8 km dan Pekanbaru - Bangkinang sepanjang 31 km. 

Sedangkan untuk jalan nasional non tol Sumatera saat ini telah beroperasi sepanjang 7.918 kilometer, terdiri dari lintas timur sepanjang 3.019 kilometer, lintas tengah sepanjang 2.338 kilometer, dan lintas barat sepanjang 2.562 kilometer dengan kondisi mantap mencapai lebih dari 93%.

Untuk mendukung semua kelancaran arus mudik dan balik lebaran di Pulau Sumatera, Menteri PUPR telah meminta tiga prioritas dalam perbaikan jalan.

Prioritas pertama, perbaikan material jalan yang disebabkan oleh mutu beton. Prioritas kedua, perbaikan jalan yang mengalami keretakan dan penurunan dan akan diperbaiki setelah Idulfitri karena masih bisa dilalui. Dan prioritas ketiga perbaikan jalan yang ditutup dengan lem beton.

Dukungan lain yang diberikan Kementerian PUPR pada rangkaian mudik Lebaran tahun 2022, antara peningkatan layanan transaksi dengan mobile reader dan mobile top up pada gerbang tol dengan kepadatan lalu lintas tinggi, penyiapan Tim Tanggap Bencana untuk mengantisipasi kondisi darurat pada titik-titik rawan bencana (banjir, genangan air, dan tanah longsor), serta penghentian seluruh kegiatan perbaikan jalan (tol dan non tol) selambat-lambatnya pada H-10 Idulfitri pada 21 April 2022.

Kementerian PUPR juga memberikan perhatian khusus pada layanan pengguna jalan tol di TIP dengan meningkatkan berbagai fasilitas, di antaranya, area komersial untuk UMKM, toilet bersih, prasarana yang ramah disabilitas, fasilitas ibadah, dan penataan taman. 

"Untuk Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area saya instruksikan perlu segera dipasang toilet sementara berupa bilik-bilik toilet, minimal 50 unit untuk pria dan 50 unit untuk wanita agar tidak terjadi antrean di rest area," tutur Menteri Basuki.

Selain itu, disiapkan pula Posko Siaga Sapta Taruna Lebaran 2022 yang tersebar di jaringan jalan nasional seluruh Indonesia.

Posko khusus tersebut didirikan oleh Kementerian PUPR sebagai fasilitas beristirahat bagi pemudik yang mengalami kelelahan ataupun sakit dan dilengkapi peta jalur mudik untuk memberikan informasi mengenai jalur alternatif, titik kemacetan, dan pengecekan kesehatan bagi pemudik.

Terakhir Menteri Basuki mengajak kepada para pemudik untuk senantiasa mematuhi semua aturan lalu lintas yang disiapkan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia agar terwujud Mudik Aman Mudik Sehat di Lebaran Tahun 2022. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT