21 April 2022, 15:00 WIB

Fokus Digitalisasi Jadi Cara TIKI untuk Terus Kompetitif


Budi Ernanto |

PT Citra Van Titipan Kilat atau yang lebih dikenal dengan TIKI menyatakan akan terus beradaptasi dengan dunia digital. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti yang juga mengatakan sejumlah layanan yang ada di TIKI sudah menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Menurut Yulina, pandemi covid-19 yang menyerang sejak awal 2020 telah membuat manusia beralih ke dunia digital. Karena itu TIKI menghadirkan TIKI Putar, TIKI Serlok, dan TIKI SDS Kita.

TIKI Putar (Jemput Antar) merupakan layanan instant courier berbasis aplikasi di ponsel pintar dengan jaminan waktu pengantaran hingga 3 jam. Sementara TIKI Serlok (Seller Online Booking) ialah layanan yang membantu usaha pelaku bisnis kecil dalam hal pengiriman. Kemudian SDS Kita (Same Day Service Kuliner Nusantara) memudahkan para pecinta makanan untuk menikmati beragam sajian dengan biaya kompetitif.

"Kami melihat digitalisasi akan terus berlangsung. Memang ada perubahan dari yang dulunya konsumen ke kantor atau agen TIKI, sekarang lebih sering melalui aplikasi. ke depannya kami pasti akan buat inovasi dengan melihat kondisi yang ada," kata Yulina kepada Media Indonesia, Kamis (21/4).

Jika dibandingkan periode 2020, pertumbuhan nilai transaksi TIKI Putar hampir mencapai 100%. Sementara tahun ini, TIKI menargetkan pertumbuhannya hingga hingga 50%. Untuk TIKI Serlok, tercatat ada 500 member dan diharapkan bertumbuh sekitar 30-40%. Lalu, TIKI SDS Kita, sampai akhir tahun lalu, transaksinya bertumbuh hingga 40% lebih. Pada tahun ini ditargetkan tansaksi meningkat 50%.

Upaya untuk tetap kompetitif, sambung Yulina, juga dilakukan dengan menjaga loyalitas konsumen. Ada 3 area yang dikatakan Yulina difokuskan oleh pihaknya.

Baca juga: Bantu Pemulihan Pascaerupsi Semeru, TIKI Serahkan Donasi Rp500 Juta Lewat BAZNAS

"Pertama, yaitu operational excellences dalam hal ini kecepatan, keamanan dan real-time tracking. Kedua, customer intimacy yang maksudnya kemudahan transaksi mulai dari proses booking, penjemputan barang hingga pilihan pembayaran, dan terakhir product leadership dengan inovasi layanan berbasis teknologi," tutur dia.

Rencananya, TIKI juga akan terus melebarkan sayap dengan membuka lebih banyak gerai. Saat ini telah ada 3.700 gerai. Diproyeksikan tahun ini akan bertambah 200 gerai baru dan 100 di antaranya akan ada di Jakarta.

"TIKI juga menggandeng mitra franchise yang ingin membangun bisnis jasa kurir. Sebagai ilustrasi modal untuk franchise gerai TIKI di Jakarta sebesar Rp 17,5 juta yang sudah termasuk branding TIKI," terang Yulina.

Lonjakan pengiriman
Sementara itu, jelang Lebaran 2022, TIKI telah melihat adanya lonjakan aktivitas operasional. Selama 2 pekan terakhir terjadi peningkatan dari sisi volume barang kiriman.

"Dengan diizinkannya aktivitas mudik oleh pemerintah tahun ini dapat dikatakan turut meningkatkan konsumsi belanja masyarakat. Volume barang kiriman TIKI pada Ramadan ini, kami targetkan meningkat 15% dibandingkan Ramadan tahun lalu," kata Yulina.

Perusahaan juga sudah mempersiapkan strategi operasional untuk mengantisipasi kenaikan permintaan pengiriman menjelang Lebaran dengan menyiapkan berbagai moda transportasi mulai dari trucking, pesawat freighter dan pesawat carter, menyiapkan kapasitas dan pemetaan tim operasional baik di gerai, gudang dan kurir lapangan, dan memaksimalkan pemanfaatan sistem teknologi untuk membantu mempercepat dan mempermudah pekerjaan tim operasional.

"Dari sisi marketing, selama bulan Ramadan ini kami menyediakan berbagai promo diskon untuk pengiriman menggunakan produk TIKI," tutup Yulina. (R-3)

BERITA TERKAIT