21 April 2022, 16:26 WIB

Strategi Pengarusutamaan Gender Jadi Landasan Utama Semua Pembangunan 


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menegaskan salah satu upaya dalam mewujudkan kesetaraan gender adalah melalui Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG). 

Strategi tersebut memang bukan hal yang baru, namun menjadi salah satu dari empat strategi utama pemerintah yang harus menjadi landasan dalam semua bidang pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024. 

"Adanya Strategi Pengarusutamaan Gender akan membantu kita melihat kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat lebih dalam, sehingga kebijakan yang dibuat tepat sasaran," ungkapnya dalam webinar PLN Empowerment, Stronger than Before, Kamis (21/4). 

Strategi ini diperlukan karena dalam merancang kebijakan untuk masyarakat, semua manfaat pembangunan seyogyanya dirasakan seluruh lapisan, baik laki-laki, perempuan maupun penyandang disabilitas. 

Bintang mendorong agar semua Kementerian/Lembaga (K/L) mampu mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender dalam kebijakan atau program pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua lapisan memperoleh akses yang setara. 

Pasalnya, dia menilai mencapai suatu kesetaraan gender bukan lah hal yang mudah. Dibutuhkan sinergi kuat, baik dari pemerintah, dunia usaha, lembaga akademisi, hingga tokoh masyarakat terlibat dalam menutup lubang ketimpangan gender. 

"Keterbatasan dalam bentuk apapun tentu tidak bisa menghalangi kesempatan seseorang menjemput kehidupan yang lebih baik," tuturnya. 

Prestasi kaum perempuan juga diungkapkan sudah baik jika dibandingkan dekade sebelumnya. Semakin hari banyak perempuan yang aktif bergerak di berbagai bidang dan menempati posisi yang secara tradisional didominasi laki-laki. 

Misalnya berprofesi sebagai pilot, jabatan di militer, anggota parlemen hingga CEO perusahaan. 

Baca juga : Kinerja Positif, BTPN Syariah Tebar Dividen Rp475,6 Miliar

"Namun, kaum perempuan masih menemukan jalan yang terjal seperti mendapat kekerasan fisik atau seksual," kata Menteri PPPA. 

Dalam survei pengalaman hidup perempuan nasional 2021 menunjukkan, ada peningkatan prevalensi kekerasan fisik atau seksual terhadap perempuan dari usia 15-64 tahun oleh pasangan dan selain lain dari 4,7% di 2017 menjadi 5,2% di 2021. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Sinthya Roesly menuturkan, pihaknya memberikan ruang yang luas bagi Srikandi PLN meningkatkan kapasitas kerja. 

Saat ini jumlah pegawai perempuan di perusahaan listrik negara itu mencapai 8.463 orang atau 20% dari total pegawai PLN. 

"Pemberdayaan perempuan di perusahaan kami sudah baik, namun jumlah tersebut bisa ditingkatkan lagi. Baru 13% yang menduduki jabatan struktural," ungkapnya. 

Shintya mengatakan kaum perempuan jika dipercaya memegang suatu jabatan, diyakini bisa berkontribusi dalam peningkatan proses bisnis dan penyusunan kebijakan perusahaan ke depan. 

"Sejak tajun lalu, Srikandi PLN tercipta sebagai wadah untuk saling support agar menghasilkan pemimpin di PLN kedepannya," sebutnya. 

Menurutnya, dengan porsi 20% perempuan yang menjadi pegawai PLN, menjadi sinyal positif bahwa banyak ruang yang diberikan perusahaan untuk perempuan dalam berkontribusi bagi negara. (OL-7)

BERITA TERKAIT