20 April 2022, 09:45 WIB

Perang Ukraina, IMF Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Zona Euro 2022


Mediaindonesia.com |

PERANG di Ukraina akan sangat membebani pertumbuhan ekonomi di zona euro. IMF mengatakan hal itu, Selasa (19/4), karena konflik tersebut mendatangkan malapetaka pada harga energi dan sektor manufaktur.

Dana Moneter Internasional merevisi perkiraan pertumbuhan zona euro untuk 2022 menjadi 2,8% atau turun dari 3,9% dalam perkiraan Januari. Ekonomi terbesar di kawasan itu, Jerman, terpukul keras.

"Penyebab utama dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia memengaruhi ekonomi kawasan euro yaitu kenaikan harga energi global dan keamanan energi," kata IMF dalam laporan World Economic Outlook. Perang merugikan beberapa negara seperti Italia dan Jerman lebih dari negara-negara Eropa lain karena mereka memiliki sektor manufaktur yang relatif besar dan ketergantungan yang lebih besar pada impor energi dari Rusia.

Ekonomi Jerman sekarang diperkirakan tumbuh sebesar 2,1% tahun ini atau turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,8%. Italia juga akan menerima pukulan berat dengan pertumbuhan 2,3% dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 3,8%.

Setelah invasi Moskow pada Februari, Barat termasuk negara-negara zona euro memberlakukan sanksi terhadap sistem keuangan, sektor penerbangan, dan bagian utama ekonomi lain Rusia. Hampir dua bulan kemudian, harga naik. Minyak tetap di atas US$100 per barel setelah mencapai rekor tertinggi pada Maret. Harga gas, gandum, aluminium, nikel, dan bahan mentah lain melonjak.

Baca juga: Rusia-Ukraina Naikkan Risiko Keuangan Global tapi belum Bikin Krisis

Akibatnya, inflasi harga konsumen di zona euro melonjak menjadi 7,5%, tertinggi sepanjang masa. Pierre-Olivier Gourinchas, kepala ekonom IMF, memperingatkan selama briefing bahwa setiap pengetatan sanksi akan menyebabkan pengurangan yang lebih signifikan dalam kegiatan ekonomi di kawasan euro.

Namun dalam komentar yang kemungkinan akan memberikan sedikit kelegaan, Petya Koeva Brooks, wakil direktur di departemen penelitian IMF, mengatakan pihaknya tidak memperkirakan resesi di kawasan zona euro. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT