18 April 2022, 15:02 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus


M. Ilham Ramadhan Avisena |

NERACA perdagangan Indonesia tercatat surplus US$4,53 miliar pada Maret 2022. Capaian itu dipengaruhi kinerja ekspor sebesar US$26,50 miliar, atau lebih tinggi dari kinerja impor US$21,97 miliar.

Torehan kinerja perdagang periode Maret 2022, memperpanjang tren surplus Indonesia. "Selama 23 bulan berturut-turut, neraca dagang kita masih mencetak surplus," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (18/4).

Baca juga: Nilai Ekspor RI pada Maret 2022 Capai US$26,50 Miliar

Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia yang lebih tinggi dari kinerja impor, didorong pertumbuhan tiga komoditas nonmigas. Rinciannya, yakni bahan bakar mineral HS27, lemak, minyak hewan nabati HS15 dan besi dan baja HS72.

Surplus dagang Indonesia dengan sejumlah negara mitra, lanjut Margo, turut berkontribusi pada kinerja Maret 2022. Adapun surplus tertinggi terjadi dengan Amerika Serikat, yakni US$2,03 miliar. Lalu, diikuti surplus dengan India sebesar US$1,21 miliar dan surplus dengan Filipina US$916,9 juta.

Baca juga: Harga Sejumlah Komoditas Naik, BPS: Berdampak pada Ekspor-Impor

Kinerja perdagangan Indonesia secara kumulatif pada Januari-Maret 2022 mencatatkan surplus US$9,33 miliar. Capaian tersebut lebih baik dari periode yang sama di 2021, dengan catatan surplus US$5,52 miliar.

Pihaknya berharap tren surplus neraca dagang di Indonesia dapat bertahan. Serta, dapat bertumbuh untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. "Mudah-mudahan tren ini terus meningkat, sehingga berdampak pada pemulihan ekonomi," pungkas Margo.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT