13 April 2022, 09:35 WIB

Syarat Dikendurkan, Jumlah Penumpang Bandara AP II Tembus 11,7 Juta di Awal 2022


Insi Nantika Jelita |

PT Angkasa Pura II dan stakeholder di tengah pandemi COVID-19 selalu berupaya memastikan kelancaran operasional penerbangan dan penerapan protokol kesehatan di bandara.

Upaya berkelanjutan ini turut berperan dalam mewujudkan tren positif lalu lintas penerbangan di 20 bandara AP II, seperti terlihat pada Kuartal I/2022.

Sepanjang Januari - Maret 2022, jumlah pergerakan penumpang pesawat di 20 bandara Angkass Pura II atau AP II menembus 11,71 juta penumpang di kuartal I 2022.

President Director AP II Muhammad Awaluddin menuturkan, jumlah tersebut naik signifikan sekitar 65% dibandingkan dengan Januari - Maret 2021 sebanyak 7,07 juta penumpang.

“Peningkatan lalu lintas penerbangan sejalan dengan terjaganya keyakinan penumpang pesawat untuk menggunakan transportasi udara," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (13/4).

Sejalan dengan peningkatan penumpang pesawat, pergerakan pesawat di bandara AP II turut mengalami lonjakan sebesar 11% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 106.860 penerbangan.

Awaluddin menambahkan, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, mengalami peningkatan pergerakan penumpang mencapai 88% atau dari 4 juta penumpang pada Kuartal I/2021 menjadi 7,53 juta penumpang pada kuartal tahun ini.

Tren positif lalu lintas penerbangan ini membuat AP II mengaktifkan kembali Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta mulai 1 April 2022, guna mendukung Terminal 2 dan Terminal 3.

Adapun per hari ini, 12 April 2022, Terminal 1 melayani penumpang pesawat rute domestik untuk penerbangan Airfast, Super Air Jet, Sriwijaya Air, NAM Air dan AirAsia Indonesia.

“Bandara Soekarno-Hatta tetap beroperasi 24 jam setiap hari untuk melayani berbagai penerbangan," jelasnya.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan tren positif pada tiga bulan pertama tahun ini menandakan bahwa sektor penerbangan nasional mulai berangsur pulih kembali.

Ditambah, saat ini penerbangan internasional juga sudah dibuka untuk mendukung pariwisata di dalam negeri.

“Kami melihat sektor penerbangan nasional akan pulih lebih cepat dibandingkan dengan global, karena pasar domestik Indonesia yang sangat besar," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Biskuit Eropa Kembali Gunakan Minyak Sawit

BERITA TERKAIT