12 April 2022, 17:26 WIB

Wapres: Teknologi Digital Bakal Perluas Pangsa Pasar UMKM


Emir Chairullah |

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin menilai teknologi digital begitu berpengaruh dalam meningkatkan pangsa pasar produk lokal termasuk dalam merumuskan taktik mempromosikan produk UMKM.

Karena itu, pemerintah mendorong agar pemerintah daerah terus memperluas jaringan internet hingga ke perdesaan yang akan mendorong transformasi digital UMKM.

“Internet dan infrastruktur pendukungnya, termasuk listrik, harus terus tumbuh untuk menopang perekonomian dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia Maju. Saya mengapresiasi terobosan pemimpin daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi digital di daerahnya,” kata Ma’ruf saat membuka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Bukittinggi, Sumatera Barat, hari ini.

Menurut Ma’ruf, pemerintah ingin terus membangkitkan gairah masyarakat akan produk-produk lokal dan kebanggaan menggunakannya. Pemerintah terus berupaya agar produk dalam negeri, terutama produk UMKM, menjadi tuan rumah di negeri sendiri, mengalahkan konsumsi produk impor. “Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi (Diulangi),” tegasnya.

Dengan cara tersebut, pemerintah terus berharap produk UMKM akan semakin naik kelas. UMKM semakin berdaya dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dan semakin siap melakukan ekspor.

Baca juga: Cimb Niaga Finance Cetak Laba Rp243,92 Miliar pada 2021

Wapres mengakui ekspor UMKM Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 15% dari total ekspor nasional. Angka ini masih tertinggal jauh dari negara lain, seperti Singapura 41% dan China 60%. “Ini harus kita tingkatkan,” ungkapnya.

Terkait UMKM di Sumbar, Ma’ruf menyebutkan, sejak dahulu, provinsi ini dikenal sebagai sentra UMKM. Sekitar 89% perekonomian daerah Sumbar ditopang oleh 600 ribu-an unit UMKM.

“Berdasarkan data yang saya terima, tahun ini Sumbar menempati peringkat ke-9 daya saing digital provinsi di Indonesia, naik tiga peringkat dari tahun lalu, dan menjadi provinsi terbaik kedua di Pulau Sumatra. Karena itu, saya mengapresiasi Pemerintah Sumbar yang terus memperluas jaringan internet hingga ke perdesaan, yang akan mendorong transformasi digital UMKM di seluruh Sumbar,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, kebangkitan sektor UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru merupakan prasyarat pemulihan ekonomi. Kebangkitan tersebut sangat bergantung kepada tiga prasyarat yaitu UMKM Go-Digital, UMKM Go-Export, dan UMKM Berdaya Saing Tinggi. “Ketiga hal tersebut hanya dapat diwujudkan dalam satu ekosistem yang terintegrasi dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dengan masuknya UMKM ke platform digital, UMKM dapat menikmati layanan keuangan baik dari lembaga pembiayaan formal seperti bank dan perusahaan pembiayaan. Selain itu, UMKM bisa mendapat dukungan dari lembaga pembiayaan alternatif berbasis digital yaitu securities crowdfuding dan P2P Lending. UMKM akan mendapat pembiayaan berbasis digital dalam waktu yang cepat dengan syarat yang mudah. (OL-4)

BERITA TERKAIT