01 April 2022, 20:56 WIB

Mentan SYL Ajak Masyarakat Bone Tanam Kedelai, Jagung dan Produksi Minyak Kelapa


mediandonesia.com |

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak masyarakat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, untuk menanam kedelai sebagai upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut Mentan, kondisi harga kedelai saat ini dalam posisi yang menguntungkan karena berada di kisaran Rp9 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram.

"Kalau kedelai harganya di bawah Rp7 ribu memang tidak ada yang mau tanam, bapak. Tapi kalau harganya Rp10 ribu masa sih enggak mau tanam. Dan tahun ini kami mau menanam 400 ribu. Karena itu saya mau Kabupaten Bone jadi contoh bagi kabupaten lainnya. Ibu-ibu, anak muda semua boleh kok bertanam. Cari lahannya di manapun juga asal jangan merusak hutan," ujar Mentan saat melakukan penanaman jagung dan kedelai di Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng, Jumat, 1 April 2022.

Selain kedelai, Mentan juga ingin Kabupaten Bone menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam melakukan penanaman jagung. Menurutnya, komoditas jagung ke depan akan menjadi komoditas ekspor Indonesia karena produksi dalam negeri yang sudah melimpah ruah.

Baca Juga:  Kementan Raih Penghargaan Digital Inovation Award 2022

"Sekarang kita harus berpikir ekspor, tidak boleh lagi berpikir impor. Karena itu penanaman jagung dan kedelai di Bone harus menjadi contoh bagi daerah lain," katanya.

Berikutnya, Mentan meminta masyarakat Bone mulai berpikir untuk membuat minyak goreng sendiri dengan memanfaatkan buah kelapa biasa. Apalagi Kabupaten Bone merupakan wilayah subur yang bisa ditanami berbagai komoditas.

"Harga minyak di dunia ini sedang naik semua, bapak. Di Afrika, Filipina, Malaysia, Singapura, dan negara lain juga tinggi. Karena itu saya mau lihat besok itu ada produksi minyak kelapa dari Bone," katanya.

Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle menyampaikan terimakasih atas perhatian Mentan SYL terhadap peningkatan komoditas jagung, kedelai dan kelapa di Kabupaten Bone. Menurut Dalle, perhatian itu harus menjadi cambuk bagi masyarakat Bone dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan, juga menguntungkan.

"Ini penting karena program kita mau ke depan tidak ada lagi impor kedelai dan kita mulai dari Bone. Apalagi harga kedelai itu cukup menggembirakan. Jadi saya atas nama masyarakat Bone menyampaikan terimakasih sekaligus apresiasi atas perhatian Bapak Menteri kepada kami," ujarnya. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT