30 March 2022, 19:46 WIB

Bidik Konsumen Lebih Luas, Toko Ritel Offline Tawarkan Belanja Online


mediaindonesia.com |

KONTRIBUSI penjualan melalui toko offline tetap masih akan mendominasi bisnis ritel di Tanah Air meski pandemi Covid-19 mempercepat digitalisasi.

Bahkan lembaga riset dan penelitian Nielsen Indonesia mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan secara online lebih banyak terjadi untuk produk fesyen dan belum terjadi pada segmen fast moving consumer goods.

Toko offline tetap akan dominan karena saat ini share online masih belum besar kendati memang mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Sebagai perusahaan ritel yang fokus pada offline, Alfamart menyadari potensi masyarakat yang melakukan belanja online terus mengalami peningkatan.

Terlebih kondisi pandemi covid-19 yang memaksakan masyarakat menerapkan physical dan social distancing serta dianjurkan tak ke luar rumah, berbelanja kebutuhan sehari-hari mulai banyak dilakukan secara online atau daring.

Melihat perkembangan tersebut, sebagai toko offline Alfamart justru semakin gencar memperkenalkan aplikasi Alfagift.

Alfagift adalah aplikasi belanja online dari toko offline Alfamart dengan banyak keunggulan dibanding aplikasi serupa yang ada, termasuk berinovasi dalam pengembangan fitur-fiturnya guna menambah kenyamanan penggunanya.

Gerai fisik yang tersebar hampir di pelosok negeri dan basis anggota (member) yang dimiliki membuat Alfamart percaya diri bahwa Alfagift mampu memberikan apa yang sebenarnya masyarakat inginkan ketika berbelanja secara online.

“Alfagift berbeda dengan aplikasi belanja online atau quick-commerce yang muncul belakangan ini," jelas jelas Ryan Alfons Kaloh, Marketing Director Alfamart dalam keterangan pers, Rabu (30/3).

"Alfagift dibangun berdasarkan pengetahuan terhadap profil, segmentasi dan perilaku belanja jutaan member di gerai Alfamart yang telah dikembangkan melalui program CRM sejak beberapa tahun lalu,” ujar Ryan.

Dengan aplikasi Alfagift, pelanggan yang berbelanja di gerai Alfamart maupun melalui aplikasi Alfagift bisa mendapatkan benefit yang sama.

"Bahkan bisa mendapatkan personalised offering berdasarkan algoritma belanja masing-masing konsumen di kedua channel baik offline maupun online," tutur Ryan.

Konsumen pun merespons dengan cukup baik, Alfagift kini sudah digunakan oleh lebih dari 10 juta orang. Alfagift dibuat dengan tampilan yang mudah digunakan namun tetap komplit fitur.

"Agar pengguna setia hingga pengguna baru pun cepat akrab dan praktis dalam menggunakannya untuk berbelanja," tambah Ryan.

Fitur di dalamnya dilengkapi dengan consumer loyalty program, informasi aktual promo, informasi member, store locator, e-receipt hingga kemudahan pilihan pembayaran.

Bahkan barang yang tidak tersedia di gerai fisik Alfamart tersedia di Alfagift, yakni lebih dari 1.000 produk groceries yang sangat berpeluang secara bisnis dan diminati banyak konsumen

"Sinergi strategi harga, promosi, dan integrasi pengetahuan perilaku konsumen seperti inilah yang disebut ‘real online to offline’ dalam bisnis ritel," ungkapnya.

Menurut Ryan, Alfagift juga memiliki kampanye #GercepTanpaBatas. Di #GercepTanpaBatas pelanggan bisa menikmati 'Belanja gratis Ongkir' karena bisa belanja tanpa ongkos kirim berapapun jumlah belanja.

'Belanja Ga Pake Lama' karena belanjaan dikirim dari delivery hub Alfamart terdekat. "'Belanja Banyak Promo' karena dalam satu aplikasi bisa mendapat beragam penawaran promo," kata Ryan. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT