25 March 2022, 20:45 WIB

Idadx Rilis Laporan Phishing, Sektor Bisnis Paling Banyak Menjadi Sasaran


Budi Ernanto |

INDONESIA Anti-Phishing Data Exchange (Idadx) yang dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pndi) melaporkan data mengenai phishing dan laporan phishing per Kuartal I 2022. Idadx sendiri didirikan pada Agustus tahun lalu.

Idadx adalah sebuah inisiasi untuk meningkatkan keamanan siber nasional dengan memfasilitasi respons global terhadap kejahatan internet di sektor pemerintah, penegakan hukum, industri, dan komunitas internet. Idadx memiliki keanggotaan yang terdiri atas para registrar Pandi. Namun, tidak menutup kemungkinan keanggotaannya terbuka bagi lembaga/organisasi lain.

Yudho Giri Sucahyo, Ketua Pandi, dalam jumpa pers secara daring dari Legian, Bali, Jumat (25/3), mengatakan, "Kami mengumpulkan data phishing dari beberapa sumber data seperti keanggotaan IDADX, laporan masyarakat, dan Netcraft. Selain itu, kami juga mengumpulkan data dari Anti-Phishing Working Group (APWG), yang mana IDADX sudah menjadi anggota sejak tahun lalu."

Baca juga: Ubah Stigma Negatif Hacker

“IDADX mencatat per tanggal 21 Maret tahun ini  terdapat 32.296 laporan phishing domain .id dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang dikumpulkan pada dashboard IDADX,” sambung Yudho 

Acara jumpa pers Idadx ini juga dihadiri oleh Muhammad Fauzi selaku Deputi Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik Pandi, Wakil Ketua Bidang Keuangan, Keorganisasian dan Keanggotaan Azhar Hasyim, Dewan Pengawas Helni Mutiarsih Jumhur, Merza Fachys, AM Natsir Amal yang merupakan Ketua Dewan Pengawas dan Isnawan, Wakil Ketua Bidang Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik. 

Fauzi mengungkapkan, pihaknya juga ingin menegaskan komitmennya untuk memberikan laporan rutin kepada publik pada tiap kuartal (tiga bulanan), sehingga masyarakat dapat memantau dan mengetahui bagaimana perkembangan phishing dan dampaknya bagi masyarakat. 

“Pada kuartal I tahun ini kami mencatat terdapat 3.180 laporan phishing, yang mana sektor bisnis yang paling banyak menjadi sasaran adalah lembaga/layanan keuangan. Dengan adanya Indonesia Anti-Phishing Data Exchange ini, kami berharap nama domain .id semakin dapat dipercaya oleh masyarakat,” jelasnya. (R-3)
 

BERITA TERKAIT