24 March 2022, 07:02 WIB

Menperin Maroko dan Industri Israel Teken Kolaborasi Bidang Penerbangan


Mediaindonesia.com |

MENTERI Perindustrian (Menperin) Maroko dan Israel Aerospace Industries (IAI) milik negara tersebut menandatangani nota kesepahaman pada Rabu (23/3) di Rabat tentang kerja sama kedirgantaraan. Ini langkah lain dari kolaborasi yang berkembang antara kedua negara.

Perjanjian tersebut merupakan, "Langkah tambahan dalam menciptakan kemitraan baru antara IAI dan industri penerbangan dan luar angkasa di Maroko," ungkap Amir Peretz, ketua dewan IAI kelahiran Maroko dan mantan menteri pertahanan Israel, dalam suatu pernyataan. Boaz Levy, presiden dan CEO IAI, mengatakan akan membantu mempromosikan proyek bersama dan komersial di industri penerbangan.

"Kemitraan strategis juga akan melibatkan pembentukan pusat penelitian dan teknik, menurut pernyataan itu, dan mengikuti deklarasi bersama yang ditandatangani pada Desember 2020 tentang perluasan kerja sama dalam investasi dan teknologi. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Maroko Ryad Mezzour, dalam pernyataannya, mengatakan perjanjian itu menanggapi prioritas nasional untuk mempromosikan pelatihan lanjutan, pekerjaan, manufaktur lokal, serta R&D, dan inovasi.

Media lokal mengatakan memorandum itu tidak termasuk komponen militer. Itu terjadi ketika ketegangan meningkat antara Maroko dan negara tetangga Aljazair, khususnya atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan.

Israel ialah salah satu pengekspor drone bersenjata terbesar di dunia. Media Maroko dan Israel melaporkan pada akhir November tentang kesepakatan US$22 juta--tidak dikonfirmasi secara resmi--antara Rabat dan IAI untuk drone kamikaze.

Pada bulan itu pula, Israel dan Maroko menandatangani perjanjian keamanan untuk Rabat untuk memperoleh ekspor teknologi tinggi dari industri pertahanan Israel. Rabat menormalkan hubungan dengan negara Yahudi pada Desember 2020, tak lama setelah pengumuman serupa oleh UEA dan Bahrain.

Baca juga: Inflasi Inggris Melonjak hingga Tertinggi sejak 1992

Beberapa pejabat tinggi Israel, termasuk Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Ekonomi Orna Barbivai, telah mengunjungi dan menandatangani perjanjian kerja sama termasuk di bidang teknologi, keamanan, militer, dan perdagangan. Israel adalah rumah bagi sekitar 700.000 orang Yahudi keturunan Maroko. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT