22 March 2022, 17:21 WIB

EBT Prospek Cerah, Obligasi Tamaris Hydro Oversubscribed


mediaindonesia.com |

(Dari kiri ke kanan) Exec. Dir Corporate Finance, Portfolio Mgmt, & Treasury Widi Mahardi; Corp Secretary, Priyo Kristanto; dan Exec. Dir Business Development, Armaya Dadan.


PEMERINTAH saat ini sangat gencar berkampanye menekan tingkat emisi karbon guna menciptakan stabilitas iklim. Di bidang energi, Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas untuk pembangkit yang berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT), untuk mencapai target kapasitas pembangkit listrik sebasar 35.000 MW. Sehingga prospek bisnis EBT di masa depan menjanjikan ruang pertumbuhan  yang sangat besar.  

Untuk mencapai target sebaran listrik yang bersumber dari EBT, Pemerintah mematok penambahan kapasitas hingga 23% pada 2025, dan meningkat menjadi 24,8% pada 2030. Salah satu upaya pencapaian bauran energi tersebut adalah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). 

Indonesia memiliki banyak pegunungan dan sungai yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber untuk pembangunan PLTMH. Dengan jumlah sungai yang mencapai lebih dari 4.400 sungai baik sedang maupun besar yang sangat berpotensi untuk menghasilkan energi hijau. 

Di lain hal, EBT yang berasal dari tenaga air memiliki sejumlah keuntungan. Di antaranya air merupakan pembangkit yang murah dan ramah lingkungan.

Besarnya potensi pembangkit energi yang berasal dari air tersebut, merupakan salah satu faktor yang mendorong banyaknya perusahaan swasta bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Selain itu juga karena prospek yang sangat baik. 

Salah satu Perusahaan swasta tersebut adalah PT Tamaris Hidro. Pendanaan yang kuat merupakan salah satu faktor yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis PLTMH.

Oversubscribed
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, PT Tamaris Hidro melakukan program penawaran Obligasi, sebesar Rp750 miliar. Hasil yang diperoleh oleh PT Tamaris Hidro adalah bahwa minat investor terhadap penawaran obligasi tersebut sangat tinggi. Sehingga obligasi tersebut mengalami oversubscribed (kelebihan permintaan). 

Kelebihan permintaan tersebut dirinci sebagai berikut. Untuk investor yang committed tercatat memesan obligasi sebesar Rp937,8 miliar sedangkan investor yang uncommitted, pemesanannya mencapai hingga Rp1,4 triliun.

Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 mendapat peringkat triple Adari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi itu dibagi menjadi 3 seri. Seri A dengan jumlah pokok Rp200 miliar dengan temor 3 tahun dan kupon bunga 5,5%, Seri B sebesar Rp250 miliar dengan tenor 5 tahun dan kupon bunga sebesar 7%, sedangkan Seri C sebesar Rp300 miliar dengan tenor 7 tahun dengan kupon bunga 8,1%. Pembayaran kupon dilakukan setiap triwulan.

Dana dari hasil Penawaran Umum Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 (setelah dikurangi dengan biaya emisi), akan digunakan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit sindikasi Perseroan dan entitas anak.

Sebagai portofolio investasi, Obligasi tersebut relatif aman karena memiliki dua dukungan kuat. 

Pertama, penerbitan Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 tersebut memiliki dukungan likuiditas dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan jumlah fasilitas standby maksimal Rp750.000.000.000 (tujuh ratus lima puluh miliar rupiah). Dana tersebut dapat digunakan untuk pemenuhan Dana Cadangan Pembayaran Bunga dan/atau Dana Cadangan Pelunasan Pokok Obligasi.

Kedua, Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 didukung dengan sinking fund, yaitu Dana Cadangan yang mencakup:
•    Dana cadangan untuk pembayaran bunga obligasi yang harus tersedia  sebesar 3 (tiga) bulan pembayaran bunga obligasi untuk masing-masing seri obligasi, dimana dana tersebut harus tersedia paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah emisi.
•    Dana Cadangan Pelunasan Pokok Obligasi yang harus tersedia sejak 12 (dua belas) bulan hingga 3 (tiga) bulan sebelum tanggal pelunasan pokok masing-masing Seri Obligasi, bertahap dari 3% hingga 100%.

Bertindak sebagai penjamin Pelaksana Emisi Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 adalah BCA Sekuritas, Bina Arta Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Sedangkan yang bertindak sebagai penjamin Emisi adalah Nikko Sekuritas Indonesia. Sementara Bank BRI bertindak sebagai Wali Amanat. 

Profil Tamaris Hydro
Per Januari 2022, PT Tamaris Hydro mengelola 14 Entitas Anak PLTA/PLTM, dengan target kapasitas 141,8 MW, terdiri dari 10 PLTA/PLTM yang telah beroperasi secara komersial dengan total kapasitas 100,8 MW dan 2 proyek tahap Konstruksi dan 2 proyek tahap pengembangan dengan total kapasitas 41 MW.

Dalam kegiatan operasionalnya, Perseroan selalu mengedepankan pembangunan berkelanjutan. Perseroan percaya bahwa peningkatan nilai perusahaan dan pembangunan berkelanjutan adalah hal yang perlu terus dikembangkan. Oleh karena itu, Perseroan berkomitmen untuk menciptakan dampak positif di lokasi PLTA/PLTM Perseroan.

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Perseroan telah melakukan berbagai kegiatan berikut:
•    Menanam 178.000 pohon, 85.000 pohon merupakan program Perseroan untuk merehabilitasi lahan di sekitar lokasi PLTA/PLTM Perseroan, sedangkan 71.000 pohon merupakan program kerjasama Perseroan dengan Yayasan Akar Pohon dan 22.000 pohon lainnya merupakan sumbangan dari berbagai perusahaan dan komunitas lain.
•    Perseroan berinisiatif untuk menerapkan solusi pengelolaan dan daur ulang sampah yang lebih baik di seluruh lokasinya, dimulai dengan PLTM Gumanti pada Mei 2021. 
•    Perseroan berusaha untuk memberikan kualitas layanan yang tinggi. Sertifikasi ISO menuntut Perseroan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kinerja Perseroan. Per awal tahun 2022, Perseroan dan 10 dari 10 entitas anak yang beroperasi telah mendapatkan sertifikasi. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT