18 March 2022, 19:56 WIB

Perikanan Berkelanjutan Mampu Wujudkan dan Jaga Kesejahteraan Nelayan


mediaindonesia.com | Ekonomi

ARUNA, startup yang merevolusi ekosistem perdagangan hasil laut dengan teknologi, mengadakan Focus Group Discussion  (FDG), Talkshow, dan Webinar bertajuk “Indonesia Ocean Sustainability Forum 2022 by Aruna” di Hotel Mercure TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada 17-18 Maret 2022.

Acara ini kemudian diikuti juga dengan agenda penandatanganan sejumlah MoU kerja sama antara Aruna dengan berbagai instansi.

Rangkaian acara ini turut dihadiri oleh berbagai pembicara ahli, seperti akademisi, pejabat pemerintah, praktisi bisnis dan LSM yang bertujuan untuk keberlanjutan ekosistem kelautan dan perikanan di Indonesia.

“Di Aruna, kami yakin keberlanjutan ekosistem laut bisa diimplementasikan melalui proses bisnis yang bertanggung jawab di tiga aspek, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan," ujar Utari Octavianty, Chief of Sustainability Aruna dalam keterangan pers, Jumat (18/3).

Baca juga: Sektor Maritim Mulai Lirik Teknologi Koin

"Hingga saat ini, melalui local heroes kami di lapangan, kami merangkul semua nelayan kami untuk tumbuh bersama Aruna," jelasnya.

"Kami mengedukasi nelayan tentang banyak hal, seperti pengetahuan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan tentang pentingnya konsep keberlanjutan," kata Utari.

"Di lain hal, kami juga memfasilitasi mereka untuk akses permodalan, asuransi kesehatan serta menyediakan lapangan pekerjaan untuk istri para nelayan," tuturnya.

"Aruna percaya, menjaga kesejahteraan hidup nelayan merupakan salah satu langkah awal untuk mewujudkan keberlanjutan perikanan di Indonesia,” tambah Utari.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono turut memberikan dukungannya terkait dengan harmoni ekologi dan ekonomi pada ekosistem kelautan atau dikenal dengan Blue Economy.

"Ke depannya Blue Economy mampu membuka peluang investasi dan lapangan kerja, serta mendongkrak perekonomian nasional," jelas Trenggono.

Senada dengan ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa pihaknya juga siap mengumpulkan komitmen global untuk melaksanakan restorasi kesehatan laut, serta menetapkan beberapa wilayah tertentu sebagai area penangkapan ikan.

Hal ini direalisasikan dengan menerapkan kuota penangkapan demi menjaga kelestarian spesies perikanan di suatu wilayah tertentu.  

Pada penghujung acara, Prof. Dr. Ir Ari Purbayanto, M.Sc, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), meramu semua hasil FGD yang diselenggarakan dan menyampaikan tiga poin utama yaitu:

Pertama.Pentingnya merumuskan dan membumikan konsep Blue Economy serta memiliki blue print yang jelas tentang strategi perikanan Indonesia.

Kedua. Perlu pendampingan dan edukasi bagi nelayan Indonesia tentang Climate Change beserta dampaknya pada komoditas laut. 

Ketiga. Merumuskan kebijakan pemerintah yang sifatnya mutlak atau tidak berubah serta memihak pada masyarakat, agar para pelaku usaha dapat beroperasi dengan lebih tenang dan tingkat kepercayaan investor akan semakin tinggi untuk pendanaan pada sektor perikanan di Indonesia

Maka dari itu, hasil FGD, Talkshow, dan Webinar ini akan menjadi framework bersama demi mencapai keberlanjutan ekosistem dan perikanan.

“Indonesia Ocean Sustainability Forum 2022 by Aruna” ini dibuat untuk menyukseskan visi Aruna dalam mensejahterakan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nelayan, masyarakat pesisir, pelaku bisnis, pemerintah, serta masyarakat umum, seperti konsumen.

Harapannya, Aruna dapat menjadi pionir yang menginspirasi terwujudnya keberlanjutan ekosistem kelautan, sekaligus membantu pemerintah dalam penerapan konsep Blue Economy. (RO/OL-09)
 

BERITA TERKAIT