18 March 2022, 17:46 WIB

Harapan Tinggi Pelaku UMKM Agar Mendunia di Ajang MotoGP Mandalika


Despian Nurhidayat |

HARI ini,18 Maret 2022 menjadi hari yang berbeda bagi 95 pelaku UMKM kuliner dari 15 daerah di seluruh Indonesia. Hal ini karena mereka menaruh harapan tinggi bahwa produk yang dengan jerih payah mereka hasilkan dapat dikenal secara lebih luas, bukan hanya secara nasional tapi juga internasional.

Sebanyak 95 pelaku UMKM tersebut menempati stan yang terdapat di Pertamina Mandika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka menjadi UMKM terpilih yang telah melalui tahap kurasi dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Produk UMKM yang hadir di tempat berkumpulnya para pecinta balapan tersebut masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya ialah produk BecaBero yang merupakan ayam taliwang atau kuliner khas Lombok yang dikemas dalam kaleng sehingga mampu bertahan hingga satu tahun.

Pria asal Lombok bernama Ahmad Fatih Moerad selaku pemilik BecaBero menjelaskan bahwa produk yang dihadirkan olehnya merupakan inovasi dari usaha ayam taliwang yang sudah digeluti oleh keluarganya.

"Bisa hadir di sini merupakan kebanggaan tersendiri karena ini kan event internasional ya dan yang berjuang untuk hadir di ajang ini juga mamah saya yang ikut proses kurasi dari Kemenkop UKM," ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (18/3).

Tidak hanya dalam produk kalengan, Ahmad juga menyedian ayam taliwang utuh yang dapat disantap oleh para pengunjung yang datang.

Ayam taliwang yang memiliki rasa pedas tentu menjadi sebuah problematika bagi para pengunjung mancanegara, pasalnya kebanyakan mereka tidak terlalu suka dengan rasa pedas.

Namun, Ahmad pun menghadirkan tiga varian dari BecaBero, di mana terdapat varian ayam bakar madu, ayam bakar biasa dan ayam bakar plecingan. Untuk satu kaleng ayam taliwang, dia pun menaruh harga sebesar Rp60 ribu dan untuk yang siap saji sebesae Rp50 ribu.

"Saya harap banyak yang datang baik turis dari dalam negeri maupun luar negeri dan membeli ayam taliwang khas Lombok NTB agar produk kami dapat dikenal secara lebih luas," ucap Ahmad.

Baca juga: Menkop UKM: NTB Jadi Role Model Transformasi UMKM Berbasis Inovasi dan Teknologi

Kebanggan juga terpancar dari wajah Helmi Zamrudiansyah selaku pemilik produk Macarina yang merupakan makanan ringan olahan makaroni dengan berbagai rasa dengan harga Rp20 ribu per kemasan.

Pria asal Jember, Jawa Timur ini tak bisa menyembunyikan rasa bangganya karena berhasil menjadi salah satu UMKM terpilih dari 600 UMKM yang dikurasi oleh Kemenkop UKM untuk dapat menjual produknya di ajang MotoGP Mandalika.

Proses kurasi bukan hal mudah menurutnya, karena pihak Kemenkop UKM langsung mendatanginya untuk melihat bagimana proses produksi, lokasi produksi dan kapasitas produksi dari produk yang dihasilkan olehnya.

"Berada di sini jadi kebanggaan luar biasa bagi saya. Artinya untuk lolos kurasi saja itu enggak semua UMKM bisa kan. Jadi saya berharap banyak yang beli juga," ujar Helmi.

Perlu diketahui, dalam ajang MotoGP Mandalika ini, UMKM yang difasiltasi oleh Kemenkop UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BI dan Pemda NTB telah mencapai 1.256 UMKM.

Jumlah tersebut dengan rincian Kemenkop UKM menyiapkan 83 UKM Non Kuliner di Tenda A, yang terdiri dari kategori otomotif sebanyak 34 UKM, merchandise dan suvenir sebanyak 44 UKM, dan Kategori Healthy Product sebanyak 5 UKM.

Tak hanya itu, terdapat juga UMKM kuliner di Tenda B, di mana Kemenkop UKM menyiapkan 44 UKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB bersama Grab Indonesia menyiapkan 45 UKM kuliner.

Selain itu, Kemenparekraf juga menyiapkan 300 UKM dalam bentuk planogram di Bandara BIZAM dan 10 Food Truck di Beach Park Mandalika, BI menyiapkan 83 UMKM di dalam sirkuit Mandalika. (A-2)

BERITA TERKAIT