11 March 2022, 12:05 WIB

Presiden: Tahun Ini Setop Ekspor Bauksit, Tahun Depan Tembaga


Indriyani Astuti |

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan Indonesia akan menghentikan ekspor bahan baku bauksit pada tahun ini, kemudian tembaga pada tahun berikutnya. 

Menurut Kepala Negara, bahan baku itu akan dikelola secara mandiri di dalam negeri. Sehingga, bisa menghasilkan nilai tambah. Hal itu dilakukan untuk transformasi ekonomi Indonesia.

"Sudah saya sampaikan berpuluh-puluh tahun selalu mengekspor bahan mentah, sejak VOC loh. Sampai sekarang. Kita tidak mendapatkan nilai tambah," tegas Jokowi, sapaan akrabnya, dalam Dies Natalies ke-46 UNS di Surakarta, Jumat (11/3). 

Baca juga: Pembatasan Ekspor Pengaruhi Harga Daging Sapi di Indonesia

"Sejak 2020, sudah saya sampaikan pada menteri, satu-satu kita setop. Nikel setop," imbuhnya.

Presiden menegaskan bahwa pihaknya tidak takut dengan ancaman Uni Eropa. Tepatnya, saat Indonesia menghentikan ekspor bahan mentah. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh dari pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah, jauh lebih banyak.

Lebih lanjut, dia mencontohkan ekspor bahan mentah nikel Indonesia senilai US$1-1,5 miliar atau Rp15-20 triliun sekitar tujuh tahun lalu. Pemerintah kemudian menerapkan hilirisasi dan menghentikan ekspor bahan baku. Keuntungan dari bahan yang diolah naik menjadi US$2,8 miliar atau Rp300 triliun. 

Ditambah lagi, keuntungan yang didapat dari pengolahan bauksit, tembaga, emas, berikut komoditas perkebunan dan pertanian. "Tapi begitu kita setop bahan bakal nikel, kita digugat sama Uni Eropa. Belum rampung sampai sekarang," jelas Jokowi.

Baca juga: Presiden Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

"Enggak apa-apa, Saya sudah perintahkan bauksit tahun ini setop, biar digugat lagi. Tahun depan setop lagi tembaga. Enggak apa-apa digugat terus, belum tentu kita kalah, tapi belum tentu menang. Keberanian itu harus kita lakukan," sambungnya.

Kepala Negara optimistis setelah Indonesia menghentikan ekspor bahan baku, investasi di dalam negeri akan naik. Sejumlah produk, seperti lithium listrik, sodium ion dan semi-conductor, juga akan diproduksi di dalam negeri. Mengingat, adanya ketersediaan bahan baku.

Akan tetapi, Presiden juga meminta negara lain untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga ada alih teknologi. Selain transformasi ekonomi, pemerintah pun mendorong hilirisasi di bidang ekonomi hijau. Potensi sumber energi, seperti hidropower, matahari dan geothermal, bisa dimanfaatkan.(OL-11)

BERITA TERKAIT