10 March 2022, 22:50 WIB

Ayep Perluas Kemitraan ke Budidaya Jagung Hibrida


Media Indonesia |

PROGRAM peningkatan produktivitas pertanian makin gencar dilakukan di Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini sasaran yang dibidik adalah petani jagung lewat langkah konkrit kemitraan.

"Ini adalah langkah nyata. Selain kedelai yang sudah mulai dilakukan tahapan-tahapan produksinya, kini tengah dilakukan sosialisasi program kemitraan untuk jagung hibrida dan langsung dilakukan survei lahan," ungkap Ketua Dewan Pakar NasDem Sukabumi Ayep Zaki dalam keterangannya, Kamis (10/3).

Ayep menuturkan salah satu langkah pengembangan kegiatan pertanian ini berupa sosialisasi program kemitraan jagung hibrida. Kegiatan sosialisasi telah dilakukan dengan kelompok tani di Blok Cisitu, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/3)

Selain sosialisasi kemitraan yang dilakukan Sekjen Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Hikmat Taufik, juga telah dilakukan survei lahan dengan luas hamparan awal terdata mencapai kurang lebih 20 Ha. Hal itu merupakan bukti komitmen terhadap bidang pertanian yang terus digulirkan di Kabupaten Sukabumi, yang bertujuan peningkatan produktivitas hasil pertanian.

Selain lahan juga dilakukan survei lokasi pembangunan resi gudang di lahan seluas 1.100 m2 yang berlokasi di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

"Jika produktivitas pertanian meningkat, dengan sendirinya akan memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan yang nyata bagi petani. Begitupun dengan adanya resi gudang yang merupakan penanganan hasil pascapanen, baik untuk kedelai maupun jagung," tukas Ayep lagi.

Butuh dukungan perbankan

Pengurus aktif Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menyatakan, seluruh pembiayaan 20 ha lahan untuk jagung hibrida tersebut masih menggunakan dana internal tim. Termasuk juga lahan seluas 30 ha untuk tanaman kedelai di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

"Kkami sangat berharap pihak perbankan bisa melihat sendiri bahwa program kemitraan dengan petani sangat menjanjikan. Baik itu untuk swasembada kedelai maupun jagung hibrida," terang Ayep.  

Ia mendesak seluruh instrumen keuangan pemerintah baik pusat dan daerah, BUMN komisi keuangan, dan pihak-pihak terkait segera memberikan respons agar dunia pertanian diberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan dunia cocok tanam.

"Pihak perbankan di Sukabumi sangat slow respons, ini yang membuat saya tidak mengerti. Padahal program ini kan untuk memakmurkan petani Jawa Barat," keluh Ayep.

Kalau saja program kemitraan dengan petani ini bisa didukung pihak perbankan, akselerasi program swasembada kedelai dan jagung hibrida bisa lebih agresif, sehingga bisa mengatasi kelangkaan kedelai di musim-musim tertentu. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT