08 March 2022, 22:46 WIB

Batu Bara Kian Meroket, Adaro Jaga Pangsa Ekspor ke Tiongkok hingga India 


Insi Nantika Jelita |

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengaku terus menjaga pasokan batu bara agar memenuhi kebutuhan pelanggan, baik untuk dalam dan luar negeri di tengah lonjakan harga komoditas itu. 

Harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) pada Senin (7/3) malam memecahkan rekor dengan berada di level US$435 per ton, melonjak 6,87% dari hari sebelumnya. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi emiten batu bara dalam mengekspor. 

"Adaro terus mengikuti ketentuan DMO atau pemenuhan dalam negeri. Kami juga masih menjaga ekspor di wilayah Asia Tenggara, Tiongkok, Asia Timur, India, Selandia Baru," ujar Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira kepada wartawan, Selasa (8/3). 

Dia mengatakan, harga batu bara saat ini tidak bisa diprediksi secara pasti seiring konflik Rusia dengan Ukraina. Pihaknya pun berupaya untuk menjaga operasional. 

Baca juga : Harga Batu Bara Meroket, BSML Jalin Kerja Sama dengan Anak Perusahaan PLN Jamin Pasokan DMO 

"Karena itu kami akan terus memaksimalkan upaya untuk fokus terhadap keunggulan operasional bisnis inti, meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasi," tegas Febriati. 

Dia menambahkan, operasional produksi batu bara ADRO akan sesuai rencana di tambang-tambang milik perusahaan dengan berfokus mempertahankan marjin yang sehat dan kontinuitas pasokan ke pelanggan. 

Dalam keterangan sebelumnya, Adaro Energy mencatat volume produksi batu bara 52,70 juta ton sepanjang 2021. Angka ini sesuai target produksi yang ditetapkan 52-54 juta ton. 

Untuk volume penjualan batu bara tahun lalu mencapai 51,58 juta ton. Pada tahun ini, perusahaan milik kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir ini, yakni Garibaldi Tohir atau kerap disapa Boy Thohir, membidik produksi batu bara dikisaran 58-60 juta ton. (OL-7)

BERITA TERKAIT