08 March 2022, 20:04 WIB

Dorong Partisipasi Perempuan Di Dunia Kerja, Perusahaan Mesti Terapkan Kebijakan Ramah Keluarga 


Faustinus Nua |

DEPUTI Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Indra Gunawan mengungkapkan, tingkat partisipasi ikatan kerja perempuan masih rendah. Berdasarkan data Satuan Kerja Nasional (Satkernas) 2021, masih ada kesenjangan partisipasi antara kaum laki-laki dan perempuan. 

"Tingkat partisipasi ikatan kerja perempuan masih relatif rendah sekitar 54% dibandingkan partisipasi laki-laki yang hampir 84-85%," ujarnya dalam webinar Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan Danone Indonesia, Selasa (8/3). 

Menurut Indra, kesenjangan tingkat partisipasi ikatan kerja perlu mendapat perhatian bersama. Terlebih lagi, situasi pandemi covid-19 mengharuskan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru yang juga meningkatkan kerentanan pada perempuan dan anak. 

Lantas, kebijakan perusahaan ramah keluarga sangat dibutuhkan agar membawa dampak signifikan dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak di Indonesia. Pemerintah pun bersinergi dengan berbagai pihak untuk dapat memenuhi hak perempuan mendapatkan kesempatan yang setara di dunia kerja, serta mendapatkan kesempatan untuk memenuhi hak anak. 

"Kami sangat mengapresiasi perusahaan dalam hal ini Danone Indonesia yang telah menerapkan kebijakan ramah keluarga untuk melindungi perempuan dan anak. Perempuan berdaya untuk Indonesia semakin maju!” tuturnya. 

Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Maya Juwita memaparkan, berinvestasi di tempat kerja yang ramah keluarga akan berdampak baik untuk keluarga, bisnis, masyarakat, dan ekonomi. 

Sejak awal pandemi, perempuan rentan mengalami berbagai permasalahan, seperti beban ganda, kehilangan mata pencaharian, terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, hingga mengalami kekerasan berbasis gender. 

"Perusahaan yang memperlakukan perempuan secara baik, maka investasinya akan kembali pada bisnis dalam bentuk produktivitas dan loyalitas. Tren positif menciptakan tempat kerja yang ramah keluarga memungkinkan orang tua untuk memberi anak-anak mereka awal terbaik dalam kehidupan dan berkontribusi pada success rate pertumbuhan anak yang optimal di Indonesia. Selain itu, juga berkontribusi pada upaya peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” ujar Maya.   

Secara psikologis, Psikolog Rosdiana Setyaningrum menjelaskan, perempuan yang menjalankan peran sebagai ibu perlu penguatan diri sendiri, dukungan keluarga, lingkungan atau masyarakat, dan pemerintah. 

Perusahaan perlu menjadi support system bagi para perempuan pekerja dengan memberikan dukungan praktik pengasuhan positif yang kolaboratif seperti melalui pelatihan, pendampingan, dan kampanye kesadaran untuk menyoroti pentingnya masa tumbuh kembang anak agar optimal. Hal ini selanjutnya mewujudkan keluarga yang lebih bahagia, anak-anak yang lebih sehat, dan mengarah pada bisnis yang lebih baik. 

Secara internal, implementasi perusahaan yang ramah keluarga berhubungan dengan produktivitas kerja yang lebih baik dan kemampuan untuk menarik, memotivasi, dan mempertahankan karyawan. 

“Semua perempuan memiliki hak yang sama di masyarakat. Namun, pada faktanya masih banyak perempuan yang mengalami keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Inisiatif perusahaan dalam menyediakan layanan konsultasi yang accessible untuk semua kalangan dapat mengurangi stres pengasuhan dan mendorong wellbeing dalam diri orang tua,” tutur Rosdiana. 

VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan Danone Indonesia sebagai perusahaan ramah keluarga terus memperkuat komitmennya. Danone memberikan dukungan kepada perempuan Indonesia sebagai partner 24 jam untuk membantu mempersiapkan generasi maju. 

Baca juga : Kesetaraan Gender di Tempat Kerja Tingkatkan Nilai Ekonomdani dan Produktivitas Perusahaan 

“Kami terus berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada para ibu di Indonesia. Danone Indonesia merespon dan beradaptasi secara cepat terhadap segala perubahan, serta terus berinovasi mewujudkan perusahaan ramah keluarga dengan memprioritaskan fasilitas dan kebijakan di internal dan inisiatif untuk eksternal,” jelasnya. 

Vera menerangkan, di lingkungan internal perusahaan, pihaknya memberikan cuti melahirkan berbayar selama 6 bulan untuk ibu dan 10 hari untuk ayah. Selain itu, jam kerja juga fleksibel, pemantauan status gizi anak karyawan di 1000 Hari Pertama Kehidupan, ruang laktasi di tempat kerja, serta asuransi kesehatan. 

Di tahun ini Danone Indonesia juga memulai inisiatif baru melalui program pendampingan karyawan perempuan untuk mendukung pemberian ASI eksklusif dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun. 

"Program ini bertujuan untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan menyusui dan meningkatkan rasa percaya diri karyawan perempuan sebagai seorang ibu,” tambah Vera.  

Lebih lanjut, dalam mendukung lingkungan eksternal, Danone menjalankan inisiatif-inisiatif terkait kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini guna menyiapkan generasi maju khususnya kepada para ibu di seluruh Indonesia tentang pentingnya gizi dan lingkungan yang sehat. 

Kegiatannya antara lain Bicara Gizi, Isi Piringku, Warung Anak Sehat, Rumah Bunda Sehat, Rumah Tempe, AQUA Home Service, dan Recycle Business Unit (RBU).   

Selain itu, untuk memperluas kontribusi dalam memberikan akses terhadap kesehatan ibu dan anak, Danone SN Indonesia menyediakan layanan Careline yang siap menjadi partner ibu 24 jam untuk berkonsultasi. Ada 62 careliners yang terdiri dari para profesional, diantaranya kebidanan, keperawatan, nutrisionis, tumbuh kembang prasekolah dan ilmu kesehatan lainnya yang disiagakan untuk melayani konsultasi maupun mendengar keluh kesah para ibu dalam memastikan tumbuh kembang anak optimal dari awal kehidupannya. 

Head of Careline Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia Flora Pramasari menyampaikan, pihaknya bangga bisa mendukung para ibu dan anak Indonesia. Layanan mereka mendukung tumbuh kembang anak dan siaga selama 24 jam melalui layanan multi-channel. 

"Kapan pun Ibu dapat menghubungi kami melalui channel yang sesuai dengan pilihan Ibu, baik itu melalui telepon bebas pulsa, e-mail, media sosial ataupun WhatsApp. Careline kami yang berpengalaman siap merespon pertanyaan Ibu," terangnya. 

Setiap harn, Careline menerima lebih dari 2.000 pertanyaan dari orang tua di seluruh Indonesia. Topik pertanyaan yang paling banyak adalah terkait tumbuh kembang anak dan pemenuhan nutrisi si kecil sesuai tahapan usianya. 

"Dalam melayani konsultasi, para Careliners memberikan edukasi dan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun serta asupan nutrisi yang bergizi sesuai dengan tahapan usia anak," kata dia. 

Selama 2020, intensitas komunikasi dengan pelanggan meningkat 170% dibanding tahun 2019. Kondisi pandemi ini menuntut Danone untuk melakukan berbagai inisiatif yang adaptif dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung dan meningkatkan kualitas nutrisi serta kesehatan keluarga dan anak demi terciptanya generasi maju. (OL-7)

BERITA TERKAIT