18 February 2022, 22:04 WIB

Mengenal Figur dibalik Perbaikan Pelayanan Kapal Penumpang PT Pelni 


Putra ANanda |

SEBAGAI perusahan pelayaran milik pemerintah, PT Pelni terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan, khususnya pada pelayaran kapal penumpang jarak jauh. Vice President Angkutan Penumpang PT Pelni, Sukendra merupakan salah satu tokoh dibalik perbaikan pelayanan kapal penumpang milik PT Pelni. 

Salah satu terobosan yang sudah dilakukan Sukendra untuk meningkatkan pelayanan kapal penumpang PT Pelni yakni melakukan percepatan transisi digitalisasi pada segi penjualan tiket. Penjualan tiket kapal Pelni mayoritas sudah dilakukan secara online. Menurut Sukendra digitalisasi penjualan tiket penumpang sangat efektif meminimalisir angka percaloan tiket kapal. 

"Semua sudah kita arahakn ke digitalisasi yang sudah berjalan sejak 6 tahun ini, namun sejak 2020 kita mulai kencangkan lagi proses digitalisasi untuk semua rute pelayaran," ungkap Sukendra di Jakarta, Kamis (17/2). 

Selain meminimalisir adanya tiket yang dijual oleh calo, Sukendra menejalskan bahwa transformasi tiket digital atau yang selanjutnya disebug dengan e-ticket juga mampu memonitor seluruh data manifest penumpang dan aktifitas pelayanan yang ada di dalam kapal. Termasuk pemberian makanan bagi para penumpang yang hanya bisa dilakukan melalui scan barcode tiket makan. 

"Yang jelas sangat berbeda dengan manual. Masalah manifest kapal. Selama ini manifest tidak pernah akurat karena penjualannya tidak terkontrol. Namun sekarang dengan digitalisasi, tiket yang di jual harus terdaftar dan itu bisa di cek langsung di kapal," ungkapnya. 

Lebih lanjut Sukendra menceritakan, ketika tiket belum dijual secara digital terkadang tidak sedikit penumpang yang tertipu membeli tiket palsu dari oknum agen-agen penjual tiket. Para oknum agen tersebut sengaja menjual tiket palsu di luar tiket yang dikeluarkan oleh PT Pelni untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. 

"Karena tiket yang manual itu bisa terdaftar bisa juga tidak terdaftar. Banyak agen dulu yang jual tapi tidak mendaftarkan ke manifest kita. Begitu di cek ternyata jumlahnya tidak sama. tapi dengan digitalisasi, semua tiket yang naik di atas kapal terdaftar," ungkap Sukendra lebih lanjut. 

Baca juga : Penurunan Emisi Karbon Butuh US$3,5 T, BI Soroti Keuangan Berkelanjutan 

Selain melalui aplikasi resmi milik PT Pelni, para calon penumpang kapal PT Pelni dijelaskan oleh Sukendra dapat memesan tiket secara digital melalui gera-gerai minimarket yang sudah bekerjasama dengan PT Pelni. Dengan menggunakan tiket yang terdaftar secara resmi, Sukendra memastikan bahwa para penumpang akan mendapatkan perlindungan jaminan asuransi apabila terjadi kecelakaan dalam sebuah pelayaran kapal penumpang. 

"Karena kalau kapal tibat-tiba mengalami musibah, ditarik datanya asuransi, berapa jumlah yang di atas kapal. jumlah manifest akan sesuai. jadi itu digitalisasi sangat berpengaruh," ungkapnya. 

Selain keuntungan tingkat akurasi manifest yang lebih tinggi, penggunaan e-ticket juga memiliki keunggulan sebagai pada sisi tingkat akurasi sektor finansial perusahaan. Tidak ada lagi tiket-tiket manual yang ternyata dijual dalam keadaan palsu. 

"Digitalisasi menjadi kunci penyelesaian sengkarut marut di kapal. pelan-pelan kita lebarkan e-tiket. Sekarang 13 dari 49 cabang, tahun ini kita kejar," ungkapnya. 

Sukendra mulai menjabat sebagai Vice President Angkutan Penumpang PT Pelni sejak 2018. Jauh sebelum berkarir di balik meja, Sukendra merupakan seorang perwira kapal lulusan STIP Jakarta. Sukendra juga lama dipercaya manajemen sebagai kepala cabang, seperti Tanjung Priok dan Balikpapan. 

Sukendra juga memiliki pengalaman menjabat sebagai Vice President Asset PT Pelni selama empat tahun sejak 2014. Awal kariernya di kantor pusat PT Pelni dimulai dengan menjabat sebagai Vice President Humant Recruitment (HR) PT Pelni pada 2012 hingga 2013. (OL-7)

BERITA TERKAIT