17 February 2022, 17:03 WIB

Airlangga Sebut Kartu Prakerja Beri Manfaat Selama Pandemi


mediaindonesia.com |

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kartu Prakerja telah terbukti secara ilmiah berdampak secara positif terhadap peningkatan kompetensi, produktivitas, kebekerjaan, kewirausahaan, dan pendaparan para penerimanya.

Ia pun menyebut kartu Prakerja juga berdampak positif untuk mendorong ketahanan pangan, ketahan finansial, serta menjadi bagian dari program inklusi keuangan.

"Capaian tersebut memperlihatkan bahwa ini berhasil, kartu Prakerja menjalankan kunci selama pandemi Covid-19, yaitu meningkatkan keterampilan dan menjaga daya beli masyarakat," papar Airlangga dalam konferensi pers Kartu Prakerja secara virtual, Kamis (17/2). 

Airlangga memaparkan, paket Kartu Prakerja yang berupa pelatihan dan insentif adalah sebuah inovasi program pemerintah dalam merespons secara cepat atas dampak daripada pandemi Covid-19, sekaligus mencegah mereka yang kehilangan pekerjaan atau mereka yang memerlukan untuk merespons tantangan masa kini, termasuk disrupsi akibat digitalisasi.

Baca juga: DPR Kecewa Menteri Perdagangan tidak Hadir Bahas Masalah Pangan

Ia menuturkan, terdapat peningkatan nilai pretest dan postest dari peserta kartu Prakerja. Jika sebelumnya nilai pretest menunjukkan 53, postestnya meningkat menjadi 68.

Menurut Airlangga, hal itu membuktikan terjadi peningkatan pengetahuan bagi para peserta kartu Prakerja. 

"Tentu saya berharap bahwa 11 juta alumni yang mengikuti dari seluruh Indonesia untuk terus belajar, untuk terus menambah pengetahuan, berlatih, mempraktikkan ilmu yang dipelajari agar tentunya bisa menjadi pekerja yang baik, atau tentunya menjadi wiraswasta yang dapat diandalkan," tutur Airlangga.

Pemerintah mencatat, sejak 11 April 2020, penerima kartu Prakerja mencapai 11,4 juta dari 22 gelombang pendaftaran dan 87% penerimanya belum pernah mengikuti pelatihan sebelumnya.

Hal itu membuat pelatihan Prakerja menjadi pengalaman pertama bagi mereka untuk melakukan pelatihan secara daring. 

"Dan hasil feedback evaluasi yang diberikan mereka, mereka rata-rata mencapai 4,9 dari angka maksimum 5. Artinya, kartu Prakerja sesuai dengan minat, kebutuhan, dan juga harapan daripada peserta program," kata Airlangga. 

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi itu turut mengatakan, gelombang 23 tahun ini kartu Prakerja memiliki kuota sebanyak 500 ribu orang untuk minggu pertama.

Pemerintah akan memberikan keberpihakan untuk 220 kabuaten dan kota yang direncanakan untuk dilakukan penurunan kemiskinan ekstrem. 

Selain itu, program kartu Prakerja juga akan memberikan alokasi kepada 50 ribu pekerja migran, dan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia. Ia mengatakan, langkah ini akan memberikan jaminan dan memiliki komptensi sesuai kebutuhan pada calon pekerja migran Indonesia pada saat bekerja di negara tujuan masing-masing.

Sembari mengesahkan pembukaan kartu Prakerja, Airlangga mengajak masyarakat untuk dapat memanfaat Kartu Prakerja dengan maksimal, agar dapat keluar dari pandemi dan bersama-sama memulihkan perekonomian.

"Mari melangkah maju menjadi jauh lebih baik, siap dari sekarang. Semoga Allah SWT, Tuhan YME, memberkati kita semua. Dan semoga Program kartu Prakerja ini bisa betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat dan membawa kita keluar dari pandemi Covid-19 dan memulihkan perekonomian masyarakat," pungkas Airlangga. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT