14 February 2022, 21:50 WIB

LRT Segera Beroperasi, Hunian Berbasis TOD di Bekasi akan Makin Digemari 


Ghani Nurcahyadi |

LRT Jabodebek ditargetkankan akan beroperasi tepat pada bulan Agustus 2022, artinya penghuni LRT City Bekasi akan dapat merasakan manfaat hunian dengan konsep transit oriented development TOD yang menempel (0 KM) dari Stasiun Jatimulya yang merupakan stasiun pertama dan terakhir. 

Hal itu akan memudahkan penghuni LRT City Bekasi untuk melakukan aktivitas dan mobilitas ke Jakarta karena hanya akan memakan waktu 28 menit saja dari Stasiun Jatimulya ke Stasiun Cawang. 

LRT menjadi bagian dari proyek infrastruktur yang begitu masif dihadirkan khususnya di koridor timur Jakarta dimulai dari Bekasi. Progres LRT Jabodebek dengan telah parkirnya kereta di depan Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, membuat proyek LRT City Bekasi kian digemari.  

Koridor timur ini juga merupakan bagian dari daftar proyek strategis nasional (PSN) yang terus didorong oleh pemerintah dengan anggaran percepatan PSN tahun 2021 lalu mencapai Rp464,6 triliun untuk target penyelesaian 38 proyek. Berbagai perkembangan infrastruktur ini berdampak langsung pada wilayah Bekasi yang bukan hanya sebagai wilayah penyangga Jakarta tapi akan terus berkembang menjadi kota metropolis. 

LRT City Bekasi merupakan proyek yang dibangun di sepanjang lintasan LRT dengan konsep mixed use TOD yang mengusung kualitas sekelas hotel bintang lima. Pengembangannya dilakukan oleh anak perusahaan Adhi Karya yaitu PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). 

“Progres LRT yang sangat baik ini sangat berdampak pada penjualan unit apartemen LRT City Bekasi seiring edukasi berhunian di kawasan TOD kian dipilih oleh masyarakat. LRT yang akan beroperasi bulan Agustus mendatang menjadi sesuatu yang bukan hanya gimmick sehingga terus menarik minat masyarakat end user maupun konsumen,” ujar Rizkan Firman, Direktur Utama ADCP. 

Salah satu proyek LRT City yang saat ini sudah siap huni yaitu LRT City Bekasi-Eastern Green dan LRT City Bekasi-Green Avenue yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Jatimulya. Menurut Project Director LRT City Bekasi-Eastern Green Setya Aji Pramana, masyarakat bisa menjadi saksi dan merasakan secara langsung berbagai keunggulan berhunian di kawasan TOD yang menawarkan kemudahan mobilitas menggunakan sarana LRT. 

Baca juga : Industri Manufaktur Berpeluang Optimalisasi Pulihkan Ekonomi

“LRT Jabodebek memiliki 18 stasiun dan untuk tahap pertama ini akan melintas dari Stasiun Jatimulya sampai Stasiun Dukuh Atas. Saat beroperasi nanti ada tiga lintas pelayanan yang dibuka mulai dari Jatimulya-Cawang, Harjamukti-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas,” katanya. 

LRT City Bekasi menghadirkan sebuah kawasan hunian dengan fasilitas dan lokasi paling premium dan menjadi satu-satunya kawasan hunian dengan Konsep TOD di Bekasi. Untuk LRT City Bekasi Eastern Green, penghuni juga akan dimudahkan dengan berbagai fasilitas di dalam kawasan maupun lokasinya yang strategis. 

LRT City Bekasi Eastern Green berada di mulut tol Bekasi Timur yang tersambung dengan tol Jakarta-Cikampek dan tol Becakayu. Selain LRT juga masih ada sarana transportasi umum lainnya yaitu Bus Rapid Transit (BRT) Transjabodetabek yang membuat LRT City Bekasi memiliki sarana transportasi umum paling lengkap. 

LRT City Bekasi Eastern Green menawarkan unit apartemen dengan tipe studio (27,57-31,23 m2) hingga suite (50,51 m2) seharga mulai Rp700 jutaan. Unitnya telah menerapkan smart home system untuk memudahkan memantau maupun mengontrol berbagai perangkat melaui smartphone. 

“Ini akan menjadi hunian yang cocok untuk keluarga muda perkotaan dengan fasilitas dan sarana transportasi yang akan memudahkan mobiliitas sehari-hari tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi. Konsep hunian yang terhubung langsung Stasiun LRT pertama dan terakhir, lokasi paling strategis dekat jalan tol, hunian berfasilitas bintang lima, hingga pengembang anak perusahaan BUMN yang terpercaya membuat LRT City Bekasi menjadi pilihan favorit saat ini di Bekasi,” ujar Setya. 

Untuk memudahkan konsumen, saat ini ditawarkan kemudahan pembelian dengan program cicilan ringan mulai Rp2 jutaan per bulan maupun uang muka 0 persen. Hal ini menjadi kesempatan bagi pekerja milenial untuk memiliki hunian dengan konsep TOD dengan skema pembayaran yang mudah. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT