05 February 2022, 14:14 WIB

684 Km Jalan Tol Trans Sumatra sudah Beroperasi


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono menyatakan, Jalan Tol Trans Sumatra yang sudah beroperasi sepanjang 684 kilometer (km) dari total 3.042 km.

Selanjutnya, sebanyak delapan ruas sepanjang 533 km sedang tahap konstruksi. Salah satu ruas tol yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada (4/2) ialah Tol Binjai-Stabat (11,8 km) yang merupakan bagian dari seksi 1 Jalan Tol Binjai-Langsa (131 km).

Baca juga: Potensi Ekspor Ikan Nila Indonesia  Masih Besar Sekali

Menteri PUPR menyebut, Jalan Tol Binjai-Langsa merupakan salah satu ruas prioritas dan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Trans Sumatra.

"Diharapkan dapat meningkatkan arus logistik dari Sumatra Utara menuju Aceh, serta mendukung pengembangan wilayah pada koridor jalan tol," ungkapnya dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (5/2).

Untuk mendukung percepatan penyelesaian ruas Jalan Tol Trans Sumatra, dilaksanakan juga penandatanganan Letter of Commitment (LoC) penerima Penyertaan Modal Negara (PMN) antara Direktur Utama (Dirut) PT Hutama Karya Budi Harto, Dirut PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono, dan Dirut Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Basuki Purwadi.

Berdasarkan data, total dana PMN yang telah dibayarkan oleh LMAN per 31 Januari 2022 untuk Trans Sumatra adalah Rp11,42 triliun. Sedangkan untuk ruas Binjai - Langsa sendiri mencapai Rp650 miliar.

Pada 2021, Hutama Karya mendapatkan PMN sebesar Rp25,2 triliun dan tahun ini mendapat PMN sebesar Rp23,85 triliun untuk penyelesaian sejumlah ruas Tol Trans Sumatra.

Baca juga: Kemenparekraf: Wisman yang Tiba di Bali Wajib Ikut Warm Up Vacation

PUPR menjelaskan, Jalan Tol Binjai-Langsa sendiri dibangun dengan nilai konstruksi Rp16,7 triliun dilaksanakan oleh PT Hutama Karya dengan progres konstruksi ruas selanjutnya yakni Stabat-Tanjung Pura (26,7 km) sudah 50,3% dengan target rampung Februari 2023.

Selanjutnya ruas Tanjung Pura-Pangkalan Brandan (19 km) progresnya 9,4% dengan target rampung Februari 2023. Sedangkan, untuk bagian seksi 2 dengan ruas masing-masing Pangkalan Brandan-Kuala Simpang (44,2 km) dan Kuala Simpang-Langsa (29,2 km) ditargetkan rampung Februari 2024. (Ins/A-3)

BERITA TERKAIT