03 February 2022, 22:48 WIB

Penguasan Teknologi Penting Untuk Hadirkan Smart Maritime dan Smart Farming 


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI Covid-19 telah mempercepat terbangunnya smart society yang berbasis revolusi teknologi cerdas  yang semuanya mengandalkan transformasi digital dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Penerapan teknologi pun perlu semakin diperluas, terutama di bidang maritim dan pertanian. 

Inisiasi Auditor Teknologi Indonesia (IATI) bersama Konsorsium Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (Korika) pun turut mendorong penerapan berbagai teknologi cerdas terhadap sektor pertanian dan maritim. 

“Sebagai upaya menjadikan produk teknologi sebagai hilirisasi riset dan teknologi, yang dapat terakselarasi menghasilkan Inovasi, tentu kita harus memanfaatkan hasil Audit Teknologi tertentu yang menjadi peran dari auditor teknologi. Dalam hal ini, sangat penting untuk memastikan bahwa pengguna teknologi serta proses produksi dari produk tersebut berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah serta persyaratan teknologi untuk menjamin keberlanjutan dan kualitas proses produksi tersebut,” ujar Ketua IATI-Korika Hammam Riza dalam webinar Recover Together and Recover Stronger: Technology Audit for Smart Maritime and Smart Agriculture. 

Pada saat ini, menurut Hammam, tuntutan masyarakat global terhadap peralatan teknologi maupun produk yang dihasilkan dari satu proses teknologi harus melewati analisis life-cycle, tempat keseluruhan bahan baku, proses, hasil akhir hingga proses pembuangan limbahnya tidak mencemari lingkungan maupun menggunakan proses yang menimbulkan masalah sosial. Keseluruhan analisa ini memerlukan jasa audit teknologi. Di sini pula diperlukan pendekatan data-driven audit technology.. 

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan akan pentingnya menuju era yang semakin cerdas dan serba terkoneksi manfaat yang dihadirkan teknologi digital seperti cloud 5G, AI, IOT, tidak bisa diabaikan dan harus dioptimalkan pengaplikasian teknologi tersebut. 

Baca juga : Prof Rhenald Kasali Dinilai Sukses Bawa Kemajuan Bank Universal BPR

Di sisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyinggung ekonomi digital bukan hanya tentang ekonomi internet, melainkan bagaimana mendigitalisasikan sektor-sektor perekonomian tradisional. 

“Praktik-praktik kelautan dan perikanan yang bersifat konvensional harus cepat bergeser ke arah digital agar dapat menjawab berbagai tantangan maupun permintaan konsumen yang semakin beragam dan meningkat. Selain itu, pelestarian biota laut dapat lebih optimal dengan berbagai teknologi digital,” tambahnya. 

Ketua dewan pengawas Korika dan Komisaris Utama PT Telkom, Bambang Brodjonegoro menyatakan, dampak positif smart maritim ada beberapa hal yaitu, efisiensi bisnis karena teknologi memberi dampak pada efisensi biaya, perencanaan pelayaran memberikan perencaan pelayaran dengan situasi terbaik karena di dukung dengan data yang akurat, pekerjaan maritim dengan teknologi memberi efisiensi jumlah kru yang terlibat tidak harus banyak, lingkungan dan keselamatan karena adanya sensor dan alat komunikasi sehingga bisa meminimalisasi kecelakaan. 

Soal pengembangan smart agriculture, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam Training of Trainer Smart Farming, mengatakan pertanian Indonesia tentu membutuhkan teknologi smart, yang ramah lingkungan. 

“Smart farming adalah upaya menembus langit dan transformasi digital pertanianini tidak boleh gagal karena memperlihatkan perubahan paradigma dan transformasi pertanian dari cara-cara tradisional ke cara-cara modern melalui smart farming. Digitalisasi pertanian menjadi efektif dan penggunaan mekanisasi semakin maju sehingga produksi terus meningkat dengan kualitas yang tinggi dan pendapatan petani semakin naik," imbuhnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT