27 January 2022, 23:49 WIB

Digitalisasi Dorong Kopi Indonesia Mendunia


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PANDEMI covid-19 merupakan momentum mengakselerasi pemanfaatan teknologi digital. Karenanya pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar seluruh masyarakat dapat turut menikmati manfaat dari digitalisasi. 

Digitalisasi juga dapat memberi denyut baru pada perekonomian. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu yang berpeluang meraih manfaat besar dari pesatnya perkembangan teknologi tersebut. 

Baca juga: Perluas Akses Mendapatkan Sepeda Berkualitas, SBI akan Buka 2 Pusat Distribusi Tahun Ini 

Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dengan biaya murah. Bahkan, produk-produk UMKM yang selama ini hanya meraup pasar domestik, saat ini bisa merambah ke pasar global.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika Septriana Tangkary menuturkan, pemerintah tak ingin membuang peluang tersebut. Karena itu, pengambil kebijakan mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital. Tak sekadar memperluas pasar, tapi UMKM diharapkan dapat naik kelas. 

"Jadi sejak BBI diluncurkan sebanyak 8,4 juta UMKM telah on boarding. Di 2021 ini ada 15,3 juta UMKM on boarding digital, dan diharapkan pada 2023 itu bertambah menjadi 30 juta pelaku UMKM," ujarnya dalam program Nunggu Sunset: Festival Pesona Kopi Agroforestry bertema Strategi Digital Mendukung Kopi ke Pasar Global secara daring, Rabu (26/1).

Kementerian Kominfo, kata Septriana, menjadi leader dalam gelaran BBI pada Juni 2020 di NTT dan melibatkan 17 kementerian lain, pihak swasta, serta sejumlah lokapasar. Salah satu yang didorong ialah produk kopi. Komoditas kopi seperti kopi Flores, Manggarai, Bajo, dan Bajawa disebut menjadi primadonanya. 

Secara umum, sejumlah jenis kopi Indonesia telah mendunia. Hal itu menurut Septriana menjadi peluang lain yang dapat ditangkap oleh UMKM. Pelaku UMKM dapat menawarkan produk kopi nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. 

Dengan begitu, kopi yang berasal dari wilayah Barat Indonesia bisa dinikmati oleh masyarakat yang ada di Timur Indonesia, begitu pun sebaliknya. Septriana bilang, konsumsi kopi di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. 

Pada 2016, konsumsi kopi per tahun tercatat mencapai 249.800 ton, naik di 2018 menjadi 314.400 ton. Sedangkan produksi kopi nasional tercatat mencapai 314.400 ton. Dari jumlah itu, Sumatera Selatan menjadi wilayah terbesar penghasil kopi nasional, mencapai 25% dari total produksi. 

Karenanya, kata Septriana, Kementerian Kominfo terus melakukan pembangunan infrastruktur TIK untuk mendorong komoditas kopi nasional terus bertumbuh. "Infrastruktur untuk mendukung digital ini terus dibangun oleh Kemkomifo bahkan menyentuh ke 3T. Ini memberikan kesempatan juga bagi para pelaku UMKM masuk ke e-commerce," imbuhnya.

"Ini adalah peluang, karena ada potensi pasar yang lebih luas. Jadi 64 juta UMKM itu didorong masuk ke digital. Belum lagi sistem pembayaran itu sekarang makin dipermudah karena adanya digitalisasi," lanjut Septriana. 

Di kesempatan yang sama, Head of Coffe Kopi Kenangan Mikael Jasin bilang, teknologi digital berperan besar pada pertumbuhan bisnis Kopi Kenangan. Perusahaan kopi yang telah berstatus unikorn itu disebut mengandalkan teknologi digital. 

Strategi pemasaran yang baik juga dikatakan menjadi kunci penting yang tak bisa diabaikan. "Kenapa bisa menjadi unikorn itu karena memang produk kita adalah kopi di mana itu identik juga dengan masyarakat dan juga familiar. Ditambah lagi nama produk kita juga mungkin agak lucu, kopi mantan dan lainnya. Jadi potensi untuk viral dan mudah diingat itu lebih besar," kata Mikael. 

Dia juga tak menampik, Kopi Kenangan muncul kala teknologi digital sedang marak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kolaborasi dengan sejumlah perusahaan platform digital juga mendorong perkembangan bisnis Kopi Kenangan.

Kopi Kenangan saat ini memiliki valuasi US$1 miliar, menjadi satu-satunya perusahaan makanan dan minuman yang menyandang status unikorn di Asia Tenggara. Mikael bilang, hal itu turut memotivasi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis, sekaligus memperkenalkan kekhasan kopi Indonesia. 

"Minggu lalu kita baru launching cup coffe baru, from Indonesia to the world. Mungkin ekspansi awal kita akan ke negara terdekat dulu, regional. Komitmen kami adalah bagaimana caranya konsisten menggunakan kopi Indonesia," kata dia. 

"Jadi kita sudah mulai melihat keluar. Karena di Indonesia itu kaki kita sudah kuat, jadi kita ingin membawa buka hanya kopi kenangannya saja, tapi kultur dan lainnya ingin kita perkenalkan ke dunia," tambah Mikael. (OL-6)

BERITA TERKAIT