26 January 2022, 23:47 WIB

Menkop UKM Tegaskan Tak Ada PEN dalam Bentuk Bantuan Ternak di NTB


Abdillah M Marzuqi | Ekonomi

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan bahwa tak ada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2 triliun dalam bentuk bantuan ternak sapi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagaimana yang digaungkan Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani kepada masyarakat. 

Yang ada hanyalah bantuan hibah untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan jumlah bantuan satu juta rupiah per PKL.

"Program Pemulihan Ekonomi Nasional setahu saya tidak ada program yang itu. Yang kita lanjutkan hari ini yaitu hibah untuk PKL dan itu jumlahnya hanya satu juta," kata Teten Masduki di Lombok Tengah (26/1).

Menteri Koperasi dan UKM mengatakan bantuan pembiayaan di sektor peternakan bisa melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diakses oleh siapa saja. Jika nilai pinjamannya Rp100 juta kata Teten bisa diakses tanpa agunan.

"KUR itu untuk semua jenis usaha," terangnya.
Teten mengatakan, saat ini Kementerian sedang berupaya meningkatkan pengawasan terhadap koperasi di Indonesia. Ada delapan koperasi yang gagal bayar dan sedang ditangani oleh Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah yang melibatkan Polri, Kejaksaan Agung, PPATK, OJK, dan Kemenkoip UKM. Meski demikian Teten tak menyebutkan dengan detail koperasi mana saja yang sedang ditangani oleh Satgas tersebut.
"Jadi perlu ada edukasi ke masyarakat. Jangan sampai masyarakat dirugikan oleh investasi yang kurang tepat," ujar Teten.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTB melaporkan pengurus KSU Rinjani ke Polda NTB atas dugaan penipuan, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. KSU Rinjani diduga merekrut lebih dari 21 ribu anggota dengan janji akan ada program PEN berupa bantuan ternak sapi sebanyak tiga ekor dengan nilai Rp100 juta untuk masing-masing peternak. (OL-8)

BERITA TERKAIT