26 January 2022, 17:59 WIB

Indonesia Pimpin Pembahasan Isu Digital di G20


 Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDONESIA mengangkat problema digitalisasi dalam Digital Economy Working Group (DEWG) selama agenda Presidensi G20 berlangsung Indonesia hingga November 2022 mendatang. Sebab isu digital menjadi penting di ranah internasional, terkait pemerataan akses dan data kelola data lintas negara.

Chair Digital Economy Working Group (DEWG) G20 Mira Tayyiba menjelaskan dalam Forum G20, peran 19 negara termasuk Indonesia ini berperan mewakili 65% dari penduduk dunia. Indonesia didaulat untuk menjadi penyeimbang kekuatan dan kepentingan negara-negara berkembang.

Dalam konteks digital, kata Mira, pandemi telah mengakselerasi perekonomian beralih ke digital. Namun dalam praktiknya, menunjukkan digital melebarkan kesenjangan ekonomi. 

Ia mencontohkan, pada kelompok masyarakat yang bisa mengakses layanan digital atau mampu menggunakan teknologi digital akan mampu bertahan dan berkembang. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak dapat akses lantas akan makin terisolasi.

"Kami berusaha agar kesenjangan huruf K ini jangan terlalu lebar. Di sini digital harus hadir sebagai solusi. Tapi yang dikhawatirkan, di sisi lain digital juga memperlebar kesenjangan ini atau terjadi digital paradox," kata Mira Tayyiba yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, Rabu (26/1).

Berkaca di dalam negeri, wilayah Indonesia yang ingin mengakses layanan pendidikan dan kesehatan bisa dijembatani oleh digital, yang semakin kuat di masa pandemi.

Dengan kondisi ini latar belakang kesenjangan, khususnya di dunia digital mengangkat tiga isu Presidensi G20 yaitu transformasi digital, arsitektur kesehatan global, dan energi transisi.

Baca juga: Menkominfo: Presidensi G20, Momentum Kembangkan Transformasi Digital Inklusif

Co-Chair Digital Economy Working Group G20 Dedy Permadi mengatakan pada DEWG dengan arena Indonesia memimpin isu digital untuk pertama kalinya di level working group, maka ada tiga ekspektasi untuk dicapai.

Target pertama, working group ini ingin menciptakan kesepakatan di antara negara-negara G20 agar internet dan konektivitas bisa membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Di tengah pandemi ketika ada kontraksi ekonomi global, kami ingin forum G20 ini memanfaatkan potensi ruang digital untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi," kata Dedy.

Ini tidak terkecuali membangun kerja sama untuk pemerataan akses internet di Indonesia dengan percepatan pembangunan infrastruktur nasional dalam hal telekomunikasi. (A-2)

BERITA TERKAIT