25 January 2022, 14:07 WIB

Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Disesuaikan dengan Dinamika Global


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, agenda pemulihan dan transformasi ekonomi dilakukan pemerintah menyesuaikan dinamika global. Karenanya penguatan fundamen dari sisi kesehatan dan ekonomi menjadi prioritas utama.

"Kita tidak bisa menghindari ketidakpastian, kita hanya dapat menyiapkan ketahanan Indonesia. Pemulihan ekonomi dan transfromasi dilakukan berdampingan dengan mempertimbangkan tantangan global yang makin besar," ujarnya dalam Indonesia Economic Outlook 2022 bertema Momentum Presidensi G20 untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Selasa (25/1).

Luhut bilang, sumber ketidakpastian saat ini tak semata dari covid-19 varian omikron. Namun hal-hal kompleks seperti ancaman tappering off oleh The Federal Reserve (The Fed), goyahnya sektor properti di Tiongkok, dan gangguan rantai pasok turut menjadi sumber ketidakpastian bagi ekonomi Indonesia.

Belum lagi persoalan mendasar dari sisi sistem kesehatan nasional. Luhut bilang, hal itu juga menjadi tantangan yang tak bisa dianggap enteng. Pembenahan dan peningkatan kapasitas sistem kesehatan nasional mutlak dilakukan. Pasalnya, pandemi telah menunjukkan kegagapan dan ketidaksiapan sistem kesehatan Indonesia.

"Sangat penting pemerintah fokus investasi di sektor kesehatan. Banyak negara juga foksu pada hal yang sama, karena mereka tidak mau terjebak dalam supremasi RRT dan India sebagai pusat produksi farmasi," kata dia.

Baca juga: Indonesia Hadapi Banyak Tantangan Pemulihan di 2022

Sementara dari sektor perekonomian, pekerjaan rumah yang sedang dan akan terus didorong pemerintah ialah pada agenda hilirisasi. Itu merupakan bagian dari upaya transformasi ekonomi yang dijalankan pengambil kebijakan.

Saat ini hilirisasi produk sumber daya alam baru dilakukan pada komoditas kelapa sawit dan nikel. Dua komoditas potensial itu bisa dioptimalisasi lantaran dianggap bakal jadi komoditas primadona di masa mendatang. Hilirisasi kelapa sawit dapat mendorong lahirnya energi bersih.

Sementara hilirisasi nikel akan sejalan dengan kebutuhan dan impian banyak negara menghasilkan kendaraan ramah lingkungan. Pasalnya, nikel merupakan komponen utama yang bisa diolah untuk membuat baterai kendaraan mobil listrik.

"Hilirisasi dilakukan di produk lain seperti alumunium dan petrokimia. Pada Desember 2021 telah dilakukan groundbreaking kawasan industri di Kaltara, dan ini diminati investor, area luas dan sungai yang dapat menjaddi sumber hidropower, dengan listrik hidropower akan menjadi produk rendah emisi," jelas Luhut.

Dia menambahkan, untuk menjalankan agenda-agenda tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah regulasi pendukung. Peraturan Presiden 98/2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon, Undang Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja misalnya, akan menjadi wadah hukum penebal fondasi perekonomian Indonesia.

"Ke depan kita akan terus fokus pada implementasi aturan-aturan ini untuk memudahkan investasi yang mendorong transformasi ekonomi Indonesia. saya berharap rekan investro tidak segan mengontak saya jika mengalami kesulitan di dalam investasi," pungkas Luhut. (A-2)

BERITA TERKAIT