22 January 2022, 19:50 WIB

Program 'Bersih-Bersih BUMN' Dongkrak Pendapatan Negara


Benny Bastiandy | Ekonomi

GEBRAKAN bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdampak terhadap penghasilan negara. Secara otomatis, nilai keuntungan bagi negara meningkat drastis.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan BUMN merupakan korporasi yang fungsinya memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi negara. Berbagai langkah dilakukan agar BUMN bisa berkontribusi terhadap pendapatan negara.

"Setelah kita bongkar, kita bersih-bersih BUMN, sekarang (2021) untung BUMN Rp61 triliun," kata Erick sesuai menghadiri pertemuan dan apresiasi bagi tenaga kesehatan di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (22/1).

Sebelumnya, kata Erick, pada 2020 keuntungan BUMN hanya sekitar Rp13 triliun. Menurut Erick, keuntungan negara yang disumbangkan BUMN tentunya digunakan bagi rakyat.

"(Untungnya) untuk siapa? Untuk negara. Negara untuk siapa? Buat program rakyat," sebut Erick.

Erick menyebut BUMN juga melakukan berbagai program dengan melibatkan semua kalangan. Tujuannya, mendukung kehidupan masyarakat, terutama dampak pandemi covid-19. "Covid ini sangat berat. Tapi kalau kita gotong royong, kita bisa lakukan bersama-sama," tegasnya.

Erick menuturkan salah satu program membantu kehidupan masyarakat melalui corporate social responsibility (CSR) BUMN. Namun, sebut Erick, sekarang polanya mulai diubah.

"Program CSR BUMN kita ubah sekarang, yang tadinya banyak, kecil-kecil, tidak terlihat. Sekarang kita prioritaskan tentu kepada manusianya. Apakah itu pendidikannya, apakah pendampingannya dalam arti dari UMKM-nya, ataupun kesejahteraannya," beber Erick.

Pada sektor pendidikan, kata Erick, seperti program beasiswa. Program itu sudah berjalan sejak ia dipercaya menjabat sebagai Menteri BUMN.

"Karena kita tahu, kalau kita ingin mengubah strategi besar bangsa kita, kita tidak boleh hanya mengandalkan market ataupun sumber daya alam. Tetapi justru manusianya yang menjadi penting," tuturnya.

Apalagi ke depan mayoritas penduduk Indonesia merupakan generasi muda. Pada 2034, sebut Erick, usia di bawah 40 tahun merupakan penduduk mayoritas. "Jadi kalau kita tidak mendorong kebangkitan daripada manusia Indonesia, ini akan menjadi kendala ke depan," tegasnya.

Hal lain menyangkut CSR BUMN, kata Erick, keberpihakan terhadap para pahlawan yang telah berjuang selama pandemi covid-19. Khusus CSR dari Bank BNI, sebagiannya digunakan membantu kesejahteraan para guru honorer.

"Hari ini BNI membantu kepada perawat dan bidan yang selama (pandemi) covid-19 itu sangat luar biasa. Hal ini yang saya harapkan kesinambungan ini kita terus jaga. Jangan sampai kita membutuhkan, kita meminta tolong mereka. Tetapi sesudah selesai kita melupakan mereka," pungkas Erick. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT