20 January 2022, 13:06 WIB

TPA Dorong Transformasi Digital di Industri Kelapa Sawit


Widhoroso | Ekonomi

PERUSAHAAN kelapa sawit dituntut meningkatkan efisiensi produksi secara berkelanjutan untuk pengembangan industri secara jangka panjang. Hal itu pula yang dilakukan PT Teladan Prima Agro (TPA) dengan menerapkan Internet of Things (IoT) sebagai inovasi dalam  operasional usaha di Kalimantan Timur.

"Dengan lahan konsesi seluas lebih dari 60 ribu hektar, TPA memiliki cakupan skala yang memadai dan menguntungkan bagi langkah-langkah pengembangan usaha melalui berbagai pendekatan inovatif. TPA memiliki luas lahan yang ideal secara skala, tidak menuntut perubahan yang rumit dan berbiaya tinggi serta pendekatan inovatif yang kami lakukan dapat diuji secara komprehensif,” kata Direktur Utama PT TPA, Wishnu Wardhana dalam keteranmgan yang diterima, Kamis (20/1).

Mulai beroperasi sejak 2004, jelas Wishnu, TPA menerapkan teknologi untuk operasional usaha pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Dikatakan, banyak industri seperti perbankan, layanan kesehatan dan transportasi telah mengalami disrupsi dan secara keseluruhan mereka kemudian bertransformasi melalui teknologi digital.

"Kami juga mulai menerapkan pendekatan inovatif berupa precision agriculture pada konsesi TPA. Inisiatif ini memungkinkan TPA untuk mengeksplorasi langkah efisiensi lebih lanjut dalam proses produksi kami sekaligus mengurangi beban kegiatan usaha kami terhadap lingkungan,” kata Wishnu.

Salah satu contoh precision agriculture terletak pada penggunaan pupuk. Pemakaian pupuk yang tidak tepat baik secara kualitas dan kuantitas, bukan hanya merupakan suatu pemborosan namun juga menyebabkan bahaya terhadap lingkungan.

Dalam visinya, Wishnu menugaskan para manajer untuk mengumpulkan dan melacak informasi tentang kondisi tanah secara rinci, tidak berdasarkan pada ukuran per blok atau per hektare tetapi sampai ke titik pohon per pohon kelapa sawit di perkebunan. Drone yang menggunakan Geographic Information System (GIS) dan navigasi satelit akan memberikan informasi mengenai jenis dan jumlah pupuk yang tepat dan dibutuhkan masing-masing pohon tersebut secara akurat.

Selain itu teknologi tersebut dapat mengidentifikasi penyakit, tingkat kesuburan dari masing-masing tanaman, memprediksi cuaca, mengetahui tingkat air di dalam tanah dan memprediksi produksi kebun secara berkala. Hal ini memberikan manfaat terhadap lingkungan dan memberikan TPA kemampuan untuk mengoptimalkan produksi yang berkelanjutan. Proses identifikasi dan monitoring ini sering dikatakan sebagai remote sensing untuk mengetahui karakteristik fisik area menggunakan refleksi dan radiasi yang dipancarkan dari jarak jauh.

Pendekatan progresif ini dibangun berdasarkan big data dan algoritma yang memberikan arus informasi terperinci secara real-time dan dapat diakses para manajer. Tim operasional TPA memiliki pengalaman puluhan tahun di Kalimantan Timur, yang merupakan lokasi keseluruhan konsesi TPA, sehingga mereka dapat menafsirkan data dan menarik kesimpulan yang tepat untuk melandasi pengambilan keputusan bisnis secara efektif.

"Suksesnya masa depan industri kelapa sawit bergantung pada pemanfaatan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Ini akan mengurangi kebutuhan perluasan areal kegiatan usaha kelapa sawit karena perusahaan dapat meraih hasil lebih banyak dari jumlah lahan yang ada dan dikelola secara berkelanjutan," jelasnya.

Lebih jauh, Wishnu mengatakan TPA senantiasa berusaha menanamkan nilai nilai ‘keteladanan’ dalam menjalankan semua aksi usaha, baik melalui peningkatan cara-cara yang sudah digunakan industri selama ini maupun melalui penerapan metode yang lebih modern. "Kami bangga dan senantiasa terpacu untuk menegakkan filosofi dan prinsip keteladanan kami ke dalam tindakan nyata aksi usaha kami," kata Wishnu. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT