20 January 2022, 13:06 WIB

Indonesia Defisit 3,8 Juta Ton Gula


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengakui pemerintah masih harus impor gula. Pasalnya, kemampuan produksi pabrik gula eksisting masih stagnan dengan rata-rata hasil produksi untuk 5 tahun terakhir sekitar 2,2 juta ton per tahun.

Angka produksi ini dikatakan masih jauh dibawah total kebutuhan gula nasional sebesar kurang lebih 6 juta ton. Sehingga, masih memerlukan impor untuk menutupi kekurangan stok tersebut.

"Ini masih ada defisit gula sebesar 3,8 juta ton yang harus dipenuhi dari impor. Produktivitas harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri," jelasnya dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) di Hotel The Langham Jakarta, Kamis (20/1).

Kemenperin mendorong industri gula nasional menjaga tiga aspek, yaitu terkait kualitas, kuantitas dan juga konektivitas. Gula yang diproduksi pun harus memenuhi kualitas yang terbaik dan mampu menjaga kualitas tersebut dengan penggunaan teknologi yang terbaik.

Gula merupakan komoditas yang sangat terkait dengan hajat dan hidup masyarakat. Permintaan gula terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan juga pertumbuhan industri makanan dan minuman di dalam negeri," kata Putu

Asumsi pertumbuhan kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman diproyeksikan pemerintah meningkat sekitar 5-7% per tahun dan kenaikan pertambahan penduduk Indonesia yang meningkat setiap tahun. "Maka pertumbuhan kebutuhan gula nasional menjadi semakin meningkat setiap tahunnya," ucapnya.

Ketua Umum AGRI Periode 2019-2021 Benardi Dharmawan menyampaikan, perkiraan kebutuhan satu bulan gula rafinasi mencapai 250-300 ribu ton. Pihaknya pun menyambut baik kebijakan pemerintah yang membuka impor gula. Hal ini ditegaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Izin impor yang baru terbit di Januari ini masih berproses, tapi sudah ada yang sampai juga di sini. Untuk kebutuhan industri makanan dan minuman memang tidak terkendala," tutupnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT