20 January 2022, 12:45 WIB

Jokowi Ingatkan Akses Modal UMKM Jangan Dipersulit


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menyoroti porsi kredit pelaku UMKM di perbankan yang belum mengalami perubahan di kisaran 20%.

Presiden mengingatkan agar akses permodalan bagi usaha-usaha informal atau UMKM jangan dipersulit.

"Tidak boleh lagi ada cerita misalnya akses kredit yang sulit, akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor informal yang sulit, UMKM yang kesulitan mengakses permodalan, koperasi yang sulit mengakses permodalan," ujarnya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (20/1).

Presiden Jokowi menyebut 99,9% pelaku usaha ialah pelaku UMKM. Meski jumlahnya besar, Presiden menyoroti porsi kredit di perbankan belum mengalami perbaikan. Padahal, targetnya pada 2024 bisa mencapai 30% porsi untuk UMKM.

Menurut Presiden, tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah saja agar bisa sampai ke target tersebut. Diperlukan strategi dengan terobosan-terobosan dan diikuti aksi-aksi yang serius, konsisten, dan berkelanjutan.

"Ini harus bisa kita permudah dan bisa kita percepat, sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi generasi muda yang memulai usaha dan juga UMKM untuk mengembangkan usaha atau memperbesar skala usahanya," ucap Jokowi.

Kepala Negara menegaskan peran UMKM menjadi komponen penting untuk memulihkan perekonomian. UMKM juga berperan mengatasi persoalan bottleneck supply-chain akibat tingginya tren kenaikan permintaan yang belum mampu dipenuhi lantaran rantai pasok global belum 100% pulih.

"Keberhasilan UMKM bertransformasi di masa pandemi bisa menjadi modal awal yang penting untuk membawa mereka naik kelas ke tingkat, ke level yang lebih tinggi, dan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi yang sedang kita lakukan," tukas Jokowi. (Dhk/OL-09)

BERITA TERKAIT