18 January 2022, 19:27 WIB

Pemerintah Ubah Pemberian Subsidi Listrik Menjadi Langsung 


Insi nantika Jelita | Ekonomi

PEMERINTAH berencana mengubah skema pemberian subsidi listrik dengan cara langsung kepada pelanggan PLN. Mereka yang menerima bantuan subsidi listrik akan menerima voucher. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menegaskan, voucher tersebut tidak bisa digunakan untuk kebutuhan lain selain pembayaran listrik. 

"Nantinya bagi yang berhak disubsidi tadi yang langsung dikasih kupon atau voucher," ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (18/1). 

Rencana tersebut tengah digodok mekanismenya oleh Kementerian ESDM. Misalnya, seperti apa cara dan penyaluran, kapan mulai diberlakukan. Lalu yang terpenting kepada siapa subsidi langsung ini diberikan. 

Pasalnya, Rida menjelaskan, masih ada persoalan data penerima bantuan listrik tersebut. Data yang digunakan pihaknya saat ini berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial per Oktober 2020. 

Baca juga : Pertamina Terapkan 2D Cubed Dalam Pengolahan Data Seismik

Padahal, data tersebut harus diverifikasi dengan tepat agar yang menerima bantuan subsidi secara langsung tepat sasaran. 

"Kita mesti verifikasi ke lapangan. Meski sudah ada pencocokan data, sudah dicek data PLN, tetapi namanya data ya pasti sulit mengatakan sempurna. Kita pun buka posko pengaduan yang sudah berjalan," tutupnya. 

Seperti diketahui, untuk mendapatkan subsidi listrik selama ini, diskon yang diberikan PLN melalui pemotong tagihan rekening listrik pelanggan bagi pelanggan pascabayar. Sementara, bagi pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik. 

Diskon harga listrik diberikan kepada pelanggan berdaya 450 VA sebesar 50%. Sedangkan, pelanggan 900 VA mendapat potongan 25%. (OL-7)

BERITA TERKAIT