18 January 2022, 18:40 WIB

Target Produksi Tahunan Toyota Direvisi karena Kekurangan Cip


Mediaindonesia.com |

PRODUSEN mobil terlaris dunia, Toyota, tidak lagi mengharapkan untuk memenuhi target produksi tahunannya. Pasalnya, operasinya terhambat oleh krisis cip global.

Kekurangan mikrocip di seluruh dunia--komponen penting dari mobil modern--telah memaksa banyak pembuat mobil termasuk Toyota untuk memperlambat atau menghentikan sementara produksi. Pada September, raksasa Jepang menurunkan jumlah kendaraan yang diharapkan untuk dibuat pada 2021 hingga Maret 2022 menjadi sembilan juta atau turun dari 9,3 juta.

Namun pada Selasa (18/1), perusahaan mengatakan pemotongan baru untuk produksi pabrik bumper yang direncanakan bulan depan sehingga tidak mungkin untuk memenuhi target. "Permintaan saat ini sangat kuat. Karenanya, kami menargetkan rencana produksi Februari yang tinggi," kata Toyota dalam suatu pernyataan, Selasa.

Hanya, karena dampak dari permintaan semikonduktor yang terus berlanjut di semua industri, perusahaan mengatakan telah mengurangi target produksi global untuk Februari menjadi sekitar 700.000 unit, sekitar 150.000 lebih sedikit dari sebelumnya. "Sebagai hasil dari revisi, perkiraan produksi setahun penuh untuk tahun fiskal diharapkan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sembilan juta unit," katanya.

Target bulan depan masih lebih tinggi dari 668.000 unit yang dibuat Toyota pada Februari 2021. Ini karena perusahaan berjuang untuk menebus kehilangan produksi karena kekurangan semikonduktor dan gangguan pandemi pada rantai pasokan di Asia Tenggara.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Sentuh Level Tertinggi dalam Tujuh Tahun

Targetnya itu hanya berlaku bagi kendaraan Toyota dan Lexus, bukan merek Daihatsu dan Hino grup otomotif lain. Toyota mengatakan akan menghentikan operasi selama beberapa hari bulan depan di 11 jalur produksi di delapan dari 14 pabriknya di Jepang. Perusahaan menyatakan permintaan maaf yang tulus kepada pelanggan dan pemasok atas berbagai ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyesuaian ini. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT