16 January 2022, 18:50 WIB

Pembuat Roti Kaget dan Terharu Dapat 50 Gram Emas dari Bogasari


Media Indonesia | Ekonomi

 

SARIP sangat terkejut dan terharu saat mengangkat teleponnya, Minggu pagi (16/02). Ia mendapat informasi bahwa nama usahanya Master Bread muncul dalam tayangan di youtube akun @kreasibogasari dalam acara Pengundian Gelegar Hadiah BMC (Bogasari Mitra Card) yang disiarkan Sabtu (15/01) malam.

Master Bread muncul sebagai pemenang 50 gram emas yang merupakan hadiah utama Gelegar Hadiah BMC 2021. Ada 5 hadiah utama berupa 50 gram emas yang disuguhkan Bogasari di Gelegar BMC kali ini yang digelar dalam rangka menyambut 50 tahun Bogasari.

"Masya Allah. Saya sama sekali belum pernah punya emas, apalagi nabung emas. Saya benar-benar bersyukur kepada Allah SWT atas hadiah emas 50 gram ini. Saya hampir tidak percaya kalau tidak dijelaskan langsung sama Kang Bambang dan Kang Wahyudi dari Bogasari. Takut tipu-tipu apalagi di masa pandemi ini. Ini hadiah yang luar biasa di awal tahun buat kami mitra UKM Bogasari," ungkap Sarip, yang dulunya pegawai di pabrik roti dan sejak 3 tahun lalu memproduksi roti sendiri di Bandung, Minggu (16/01).

Setelah 8 tahun menimba ilmu di pabrik roti, mulai dari bagian produksi, sales, hingga bagian pengiriman, pria berusia 35 tahun ini memberanikan diri membuka usaha bakery sendiri. Sebelum pandemi usaha Master Bread menghabiskan sampai 160 kilogram atau 5 sak  terigu Cakra Kembar.

Ia memproduksi roti bakar, roti kasino, dan roti kadet. Pemasarannya sampai ke Sumedang dan Garut.

Jumlah karyawannya sudah mencapai 9 orang. Tapi karena pandemi, saat ini turun 50% atau 75 kilogram per hari. Karyawan untuk sementara terpaksa dikurangi menjadi hanya 3 orang.

Namun, di tengah kegetiran itu, tidak disangka ia bisa beruntung dapat hadiah ini. "Jadi tambah semangat lagi," tambah Sarip yang sehari-hari dibantu istrinya, Yulianti.  

Program Kemitraan

 

 

 

Selain Sarip, ada 4 UKM mitra Bogasari lainnya yang beruntung di Sabtu malam itu. Mereka mendapatkan hadiah utama 50 gram emas.

Keempatnya ialah Mirwan Hidayat pemilik usaha warung gorengan asal Bogor; M Rifal Diansah dengan usaha Martabak Manis Surotrunan di Kebumen, Jawa Tengah; Kwan Mei Thoi, UKM Sinar Tapanuli Mie di Deli Serdang-Sumatera Utara, dan Lie Siok Tien, UKM Depot Mie Ratu di Wonorejo, Surabaya.  

“Wah saya tidak menyangka sama sekali dari usaha gorengan begini bisa beruntung dapat hadiah 50 gram emas. Ini bisa buat modal usaha. Saya mah benar-benar kaget hampir tidak percaya nih bisa punya emas 50 gram. Usaha gorengan 3 tahun saja masih belum bisa nabung buat beli apa-apa," ucap Mirwan yang masih berusia 21 tahun dan menjual gorengan setelah lulus SMA.

Gelegar Hadiah BMC adalah program apresiasi Bogasari kepada UKM yang sudah bergabung dalam anggota kemitraan BMC. Program kemitraan BMC sudah ada sejak 2002. Saat ini beranggotakan sekitar 48 ribu usaha secara nasional.

Gelegar hadiah ini digelar rutin, namun sempat tertunda pada 2020 karena pandemi. Sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru, akhirnya program apresiasi Bogasari kepada ribuan UKM ini dapat digelar lagi secara virtual dan bersamaan dengan syukur ulang tahun ke-50 Bogasari.

Pencapaian usia Bogasari selama 50 tahun dan sekaligus menjadi pabrik tepung terigu pertama di Indonesia merupakan buah kepercayaan dan kesetiaan masyarakat para UKM terhadap kualitas produk serta layanan Bogasari.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para penikmat kuliner berbahan dasar tepung terigu, khususnya yang setia membeli produk UKM mitra binaan Bogasari," jelas Ivo Ariawan, Senior Vice President (SVP) Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Minggu (16/01).

Sebagai apresiasi dan ungkapan syukur yang sudah 50 tahun tumbuh bersama para UKM, selain 5 hadiah utama berupa 50 gram emas, Bogasari juga menyiapkan ribuan gram emas lainnya yakni masing-masing 6 gram untuk 50 UKM pemenang, dan 3 gram untuk 200  UKM lainnya.

Total berat hadiah emas yang disuguhkan Bogasari untuk para UKM dalam Gelegar Hadiah BMC 2021 ini mencapai 1.150 gram.

”Ada 255 UKM yang beruntung meraih hadiah emas ini. Mereka berasal dari 55 kota dan kabupaten yang tersebar di 28 provinsi. Dan seluruh pajak hadiah buat UKM ini ditanggung Bogasari," tambah Ivo.

Karena masih pandemi, pengundian Gelegar Hadiah BMC kali ini digelar secara virtual, beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan diawali dengan penyegelan program undian di Bogasari pada 20 Desember 2021 yang disaksikan para saksi dari Dinas Sosial DKI, Kementerian Sosial RI, aparat kepolisian, dan notaris serta bagian legal Bogasari.

Setelah penyegelan lalu dilakukan pengundian di pabrik Bogasari pada 10 Januari 2022 dan disaksikan oleh para saksi perwakilan instansi yang sama.  

Tayangan melalui youtube@kreasibogasari Sabtu malam lalu adalah dua hasil rekaman tersebut. Pemerintah dan notaris serta aparat hukum yang hadir menyatakan pengundian itu sah adanya.

"Inilah kita di era pandemi, yang harus bisa mengadaptasi situasi dengan teknologi yang ada. Yang pasti dengan mekanisme seperti ini, maka secara nasional dan siapapun dapat menyaksikan langsung pengundian ini. Beda saat digelar secara tatap muka, hanya disaksikan langsung UKM yang tinggal di sekitar lokasi acara pengundian. Terakhir pengundian di Bandung pada Februari 2020 dan hadiah utama selama ini adalah paket umrah," papar Ivo.

Rangkaian Bogex 2021

Pengundian Gelegar Hadiah BMC 2021 ini masih bagian dari rangkaian kegiatan Bogasari Expo (Bogex) 2021 yang digelar secara virtual sejak 29 November tahun lalu.

Melalui Bogasari Expo dengan kampanye Unleash The Bikiners (#BikinSemuaBisa) Bogasari mengajak pelaku UMKM, industri kuliner, dan keluarga Indonesia untuk menemukan berbagai ide baru kreasi kuliner berbasis tepung terigu. Mereka bisa membuat apapun yang mereka mau, baik hanya untuk memasak di rumah ataupun untuk membuka usaha.

Karena itulah dalam Bogasari Expo Virtual ini ada banyak kegiatan yang digelar. Mulai dari Lomba Cipta Kreasi Bogasari, Panel Talks, Cooking Class, dan Baking Class. Termasuk penghargaan kepada UMKM kuliner terpilih yang menjadi percontohan bagi generasi Indonesia untuk bisa sukses membangun UMKM yang berkelanjutan.

Kampanye Unleash The Bikiners ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat. Selain itu juga memotivasi generasi Indonesia menjadi sosok yang mampu menciptakan sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa.

Karya mereka dapat dinikmati orang banyak lewat kehadiran tepung Cakra Kembar yang #BikinSemuaBisaMaju membuat mi kenyal dan roti berkualitas. Ada juga tepung serbaguna Segitiga Biru yang #BikinSemuaBisaSemuanya, dan tepung Kunci Biru yang #BikinSemuaBisaMaster dalam menciptakan kue yang lembut dan cookies yang renyah.

Karena itulah di hari yang sama dengan penayangan pengundian Gelegar BMC melalui youtube@kreasibogasari, sekitar 1,5 jam sebelumnya digelar panel talks secara livestreaming yang menghadirkan Danu Sofwan, pemilik usaha Radja Cendol (Randol).

Topik panel taks yang dipandu host Putri Kezia ini adalah Bikin Semua Bisa Level Up Bisnismu. Melalui pengalaman Danu Sofwan pemilik usaha Randol yang sejak 2021 mengembangkan usaha makanan basreng dan sudah memilikih 80 cabang, Bogasari ingin berbagi inspirasi kepada para UKM yang ingin menaikkan skala usaha mereka.

Beragam sesi edukasi dan inspirasi lainnya yang digelar dalam acara Bogex virtual yang masih akan berlangsung sampai Maret nanti. Antara lain Cooking Class dengan topik Bikin Semua Bisa Jadi Chef akan dibawakan Chef Steby pada 29 Januari; Cooking Class Bikin Semua Bisa Cuan bersama Chef Luvita Ho (6 Februari) dan Bikin Semua Bisa  Jadi Viral oleh Chef Daehoon (19 Februari), Baking Class Bikin Semua Bisa Kreatif yang akan dipandu  Chef Beng Budiarso (27 Februari), dan di Peak Event akan ada Celebrity Chef Nicky Tirta (19 Maret).  

Termasuk di puncak acara Maret nanti akan ada Bogasari SME Award 2021 dengan penghargaan special 50 UKM Berpengaruh. "Ini adalah penghargaan spesial untuk UKM makanan berbasis terigu yang memiliki pengaruh dan kontribusi sosial yang besar di luar dari aspek bisnis yang dijalankan," tandas Ivo. (N-2)

BERITA TERKAIT